Prostitusi Bandung: Kena Razia, Dapat Sanksi, Mangkal Lagi

- Rabu, 13 Maret 2019 | 10:20 WIB
Penggerebakan PSK oleh Satpol PP. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Penggerebakan PSK oleh Satpol PP. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Penanganan masalah Pekerja Seks Komersial (PSK) selalu diupayakan oleh pihak Satpol PP Kota Bandung. Setiap bulan, mereka menjadwalkan penyisiran PSK di beberapa lokasi yang kerap menjadi tempat mangkal penjaja diri. Mulai dari razia, penyisiran ke kos-kosan, hotel, dan jalan di mana mereka berdiam diri untuk menunggu   pelanggan.

Sudah bukan rahasia lagi tempat mangkal PSK konvensional jalanan berada di sudut-sudut malam Kota Bandung. Sebut saja Stasiun, Pasar Baru, Otista, dan Tegalega. Mereka berdiri menunggu pelanggan yang menggunakan mobil atau mengajak berbincang dengan pengendara yang lewat. 

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Dadang Iriana mengatakan Satpol PP menangani PSK lewat penyisiran tiap bulannya. Namun, jadwal tersebut tidak selalu tepat dilaksanakan. Dadang mengaku tim Satpol PP belum melakukan penyisiran PSK dalam dua bulan terakhir. 

"Ada kesibukan yang lain karena persoalan bukan hanya PSK, dari mulai reklame, PMKS,  gelandangan, pengemis, bangunan, semua yang melanggar ditangani oleh Satpol PP," katanya, kepada ayobandung.com, Jumat(1/3/2019). 

Namun, jika ada pengaduan yang datang kepada Satpol PP secara langsung seperti melalui media sosial terkait keresahan masyarakat dengan PSK, maka Satpol PP akan langsung bergerak. 

"Sebulan sekali juga tidak, karena anggota terbatas dan jadwal, yang jadi prioritas itu keluhan dari masyarakat langsung direspon. Kemudian kalau ada pengaduan langsung direspon," ujar Dadang. 

AYO BACA : Prostitusi Bandung: Tuan-tuan Kesepian dan Pergundikan di Kota Kembang

Seperti penyisiran pada biasanya, Satpol PP selalu menemukan pemain-pemain lama. Wanita usia 30-40 an kerap mencari nafkah melalui profesi ini. Kendati pun telah dirazia, diberi sanksi, dan dihadapkan kepada majelis hakim dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring), PSK kerap kembali bermunculan.  

Sedari awal, Satpol PP telah menindak tegas dengan mengenakan biaya paksa Rp 5 juta kepada PSK yang diberikan ke kas daerah melalui bank bjb, dipanggil sidang tipiring dengan membayar sejumlah uang sesuai hasil putusan hakim, hingga melarikan ke rehabilitasi di Palimanan. 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Pemusnahan Sabu 1,196 Ton Dilakukan di 2 Tempat

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:39 WIB
X