Sukmawati Merasa Terganggu dengan Kegaduhan di Pengadilan

- Kamis, 18 Oktober 2018 | 13:37 WIB
Sejumlah massa FPI Bandung memenuhi jalan Riau tepat di depan PN Bandung, Kamis (18/10/2018). (Ayobandung.com /irfan al faritsi)
Sejumlah massa FPI Bandung memenuhi jalan Riau tepat di depan PN Bandung, Kamis (18/10/2018). (Ayobandung.com /irfan al faritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Sukmawati Soekarnoputri mengaku terganggu oleh suara yang mencemooh dirinya sejak masuk ruang sidang pra peradilan penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3)  Polda Jabar terkait kasus penghinaan Pancasila dengan Habib Rizieq sebagai terlapor.

"Saya sangat lebih jelas terganggu oleh suara yang mengganggu, sangat tidak menghormati sikapnya terhadap adanya pengadilan," katanya di sela-sela kesaksiannya dalam permohonan praperadilan surat penghentian penyidikan (SP3) Rizieq., Kamis (18/10/2018).

Kegaduhan massa FPI di sepanjang Jalan Riau di depan PN Bandung membuat jalan tersebut ditutup. Teriknya matahari siang juga seolah membakar semangat FPI yang sedang berdemo di depan PN dan segelintir massa FPI di ruang sidang yang berteriak busuk pada putri dari presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. 

Sukmawati menilai pemaparan ahli terlihat janggal dengan inkonsistensi dari penyidik sampai mengeluarkan SP3 tersebut. Tidak semestinya SP3 terbit karena terlapor sudah menjadi tersangka. 

AYO BACA : NU Jabar: Sukmawati Ceroboh

"Sangat penting ini suatu pelecehan, penistaan kepada presiden pertama Republik Indonesia, Proklamator, pejuang tulen dan dihormati dengan kata-kata  dan tutur. Dasar negara kita sudah disepakati dengan adanya NKRI. Jadi janganlah generasi penerus yang durhaka terhadap para pahlawan bangsa yang betul-betul berjuang dan melecehkan pancasila sebagai dasar NKRI," ujarnya. 

Sukmawati tak tahu-menahu urusan seputar alat bukti. Pasalnya, jika terlapor sudah menjadi tersangka artinya alat bukti sudah cukup dan mesti dilanjutkan.

Berkenaan dengan proses penyidikan pemohon, tidak ada batas waktu yang ditentukan tentang keinginan dari pihak pelapor.

"Itu proses yang hanya ada di penyidikan, kita hanya menerima pemberitahuan perkembangan perkara. Semua proses ada di penyidik," kata dia.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Waspada, Ini Daerah Rawan Pohon Tumbang di Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Peserta PTM di Bandung yang Terpapar Covid Bertambah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Atlet Cemas Tak Dapat Kadeudeuh dari Pemkot Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:15 WIB

PTM di 12 Sekolah di Bandung Dihentikan Sementara!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Ini 2 Potensi Jabar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X