Seniman Bandung Berkarya Sambil Galang Dana Palu dan Donggala

- Kamis, 11 Oktober 2018 | 07:05 WIB
Tisna Sanjaya sedang menyelesaikan lukisannya untuk dilelang. Hasilnya akan diserahkan langsung untuk korban bencana di Palu dan Donggala. (Fathia Uqim/ayobandung)
Tisna Sanjaya sedang menyelesaikan lukisannya untuk dilelang. Hasilnya akan diserahkan langsung untuk korban bencana di Palu dan Donggala. (Fathia Uqim/ayobandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Para seniman termasuk budayawan Bandung berkumpul menggalang donasi bagi korban bencana gempa dan tsunami di  Palu dan Donggala, Rabu (10/10/2018) di Gedung Indonesia Menggugat. 

Penggalangan dana digelar dengan pertunjukan seni seperti pembacaan puisi, lelang lukisan, dan bermusik. Para seniman dan budayawan tersebut adalah Ari Juliant, Mukti Mukti, Adew Habsta, Ovick Rozensky, Ferry Curtis, hingga Tisna Sanjaya. 

Ketua Penyelenggara, Venny Soemantri mengatakan seniman dan budayawan asal Bandung selalu siap jika diminta untuk berpartisipasi dalam upaya penggalangan dana. 

Karena kita punya misi yang sama, kalau sudah satu jalan, sudah semua jadi gampang dan mereka selalu bersedia, katanya. 

Persiapan yang dilakukan hanya satu minggu. Venny mengatakan sebelumnya acara akan diselenggarakan tanggal 7 Oktober 2018. Namun tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Saini KM  ke-80 tahun di ISBI, sehingga acara dimundurkan ke tanggal 10 Oktober.

Supaya tidak terpecah konsentrasi, ujarnya. 

Sambil acara berjalan, Tisna Sanjaya melakukan live painting yang akan dilelang langsung pada acara tersebut. Kemudian hasilnya akan seluruhnya diberikan sebagai donasi untuk saudara di Palu dan Donggala

Dus-dus pun disiapkan di beberapa sudut ruangan. Para penonton dapat memberikan donasinya langsung ke dus tersebut sembari menonton penampilan para seniman. 

Nantinya donasi langsung kita berikan melalui teman kita yang tinggal di Palu. Kami bekerja sama dengan dia. Sebelumnya bencana Lombok juga sama, kami tidak memberikan donasi melalui siapa pun, langsung kita yang berikan sendiri. Intinya enggak ada kesulitan satu sama lain karena misi kami sama, kata dia.
\n 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X