Selama Ada Film Kartun, Bisnis Boneka Akan Tetap Eksis

- Kamis, 10 Mei 2018 | 12:02 WIB
Elly Qodariah tengah memasukkan silikon ke setiap bantal leher pesanan perusahaan coklat terkenal di kediamannya, Jalan Sayati Hilir, Margahayu, Kab. Bandung. (Fathia Uqim/ayobandung)
Elly Qodariah tengah memasukkan silikon ke setiap bantal leher pesanan perusahaan coklat terkenal di kediamannya, Jalan Sayati Hilir, Margahayu, Kab. Bandung. (Fathia Uqim/ayobandung)

MARGAHAYU, AYOBANDUNG.COM--Selama masih ada film kartun di televisi, maka produksi boneka tidak akan pernah sepi. Begitu ucap Elly Qodariah (40), pengusaha boneka rumahan di Kampung Boneka Sayati Hilir. Bersama suaminya, Agus Muhdiat (43), Elly membuat boneka dari boneka tangan, bantal leher, maskot, bantal foto, sampai kasur karpet.

Usaha boneka yang telah dilakoni sejak 2006 memang mengalami pasang surut. Apalagi masuk bulan Ramadan, pesanan akan sepi. Lantaran orang-orang beralih memburu makanan di setiap sudut kota.

“Biasanya setelah lebaran orang-orang bakal mesen lagi,” katanya, saat disambangi ayobandung, Rabu (9/5/2018).

Bisnis boneka sesungguhnya masih terus berjalan. Apalagi boneka Sponge Bob yang terus dipesan di berbagai toko boneka seperti Medan dan Bogor. Sejak awal kemunculan Sponge Bob di layar kaca, boneka kotak kuning itu tak ada matinya.

“Sama kayak Mickey Mouse dan Hello KItty juga tetap eksis,” ujarnya.

Berbagai macam kartun yang hadir di layar kaca menjadi incaran toko boneka. Seperti kemarin, pasangan suami istri itu mendapat pesanan boneka Tayo. Sebuah film kartun di layar kaca yang memerankan sebagai bus biru yang ramah.

Hal unik yang pernah dirasakan Elly adalah pemesanan boneka sapi seukuran sapi  asli dari Madura. Sampai-sampai, manusia pun bisa masuk ke badan tersebut. Rangkanya dibuat dari bahan yang kuat supaya boneka dapat tegak berdiri.

“Ada satu lagi anak bupati Papua, lupa tahun berapa sudah lama. Dia memesan boneka Stitch yang warna biru itu setinggi 2,5 meter,” katanya.

Harga yang dipatok untuk boneka Stitch tersebut sebesar 2,5 juta. Lucunya, boneka itu untuk pacar sang anak bupati. Bahkan, ongkos kirimnya saja sampai 12 juta rupiah, melebihi harga boneka.

“Namun pada akhirnya tidak jadi dikirim. Minta bantuan memakai  Hercules dari Papua ke Jawa Barat,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Tags

Terkini

X