Tolak PLTU Batubara , Puluhan Warga Indramayu Geruduk DLH Jabar

- Selasa, 3 April 2018 | 16:28 WIB
Warga Indramayu berunjuk rasa di depan Kanltor DLH Jabar menolak pembangunan PLTU Batubara, Selasa (3/4/2018). (Eneng Reni N Jamil/ayobandung)
Warga Indramayu berunjuk rasa di depan Kanltor DLH Jabar menolak pembangunan PLTU Batubara, Selasa (3/4/2018). (Eneng Reni N Jamil/ayobandung)

NARIPAN, AYOBANDUNG.COM--Puluhan warga dari kelompok Jaringan Tanpa Asap Batubara Indramayu (Jatayu) menggeruduk Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Jalan Naripan Kota Bandung, Selasa (3/4/2018). Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan atas pembangunan proyek PLTU Batubara di daerah Indramayu, Jawa Barat.

Seorang warga terdampak PLTU Batu Bara, asal Desa Mekarsari, Indramayu, Tarsida (57) menyebutkan, pihaknya menuntut hak asasi atas pembangunan PLTU Batubara yang dinilai melanggar aturan.

"Kami menuntut Hak Asasi Manusia (HAM). Tolong batalkan pembangunan PLTU Batubara karena tidak sesuai dengan peraturan," ujar Tarsida.

Bersama puluhan warga Indramayu lainnya, dia mengaku lokasi PLTU terlalu dekat dengan pemukiman. Jika tidak dibatalkan akan menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat sekitar.

Menurut Tarsida, jarak PLTU dengan area pemukiman hanya 148 meter. 

"Seharusnya 25 kilometer menurut undang-undang. Asap parbriknya berbahaya untuk kesehatan manusia. Baju jadi berwarna kuning dan limbahnya juga bisa mencemari lahan pertanian," tegasnya.

Tarsida menegaskan, masyarakat di wilayah sekitar PLTU menuntut proyek tersebut dibatalkan. Apalagi, penolakan tersebut didukung dengan dimenangkannya tuntutan di PTUN.

"Kemarin sudah menang. Jelas kami menuntut, tapi PLN mengajukan banding. Kami ingin hargai hukum yang sedang berjalan. Belum inkrah, tapi kok bisa proyek berjalan?" tandasnya. 

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Tags

Terkini

X