Perjalanan Freemason di Bandung Tempo Dulu

- Selasa, 20 Februari 2018 | 07:32 WIB
Loji Sint Jan, Bandung.
Loji Sint Jan, Bandung.

TAMANSARI, AYOBANDUNG.COM -- Freemason atau Vrijmetselarij masuk pertama kali ke Indonesia pada tahun 1736 dan dibawa oleh seorang Belanda bernama Jacobus Cornelis Mattheus.

Citra yang berkembang mengenai Freemason memang terkesan misterius dan spekulatif. Ragam isu berkembang mengenai Freemason seperti aktor di balik Revolusi Inggris dan Prancis hingga bertanggung jawab atas Perang Dunia Pertama.

Terlepas dari semua diskursus tersebut, Freemason memiliki anggota dari seluruh belahan dunia. Membuka sekat antara perbedaan agama dan suku bangsa. Menyatukan pemikiran untuk mengungkap peristiwa melalui kaca mata ilmu pengetahuan.

Dalam beberapa literatur dijelaskan bahwa Freemason merupakan kelompok persaudaraan yang berdiri pada akhir abad ke 16. Tujuan utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir.

Di Bandung, aktivitas anggota Freemason terpusat di Loji Sint Jan yang dulu berada di Jalan Wastukencana. Simbol mata satu turut menemani interior bangunan yang kini telah dihancurkan dan menjadi Masjid Al Ukhuwah.

"Perkembangan Freemason di Indonesia, khususnya Bandung berlangsung pesat di awal abad ke 19 melalui pendirian beberapa loji. Di Jakarta ada pendirian pusat kegiatan Freemason di bangunan yang sekarang dipakai oleh Kimia Farma dan Bappenas," ujar Koordinator Komunitas Aleut, Rulfhi Alimudin kepada ayobandung, Senin (19/2/2018).

Loji atau loge merupakan tempat berkumpulnya kelompok teosofi Freemason. Sint Jan berdiri pada 1896 dan dikenal sebagai loji paling aktif di Hindia Belanda. Tak heran jika kemudian Jalan Wastukencana dulu dikenal dengan nama Logeweg.

Bahkan, di Loji Sint Jan, Freemason memiliki perpustakaan yang cukup besar dan lengkap dengan total sekitar 2.500 koleksi buku. Sementara sebelum mendirikan Loji Sint Jan, Freemason di Jawa Barat aktif melakukan kegiatan di gedung yang kini menjadi Markas Polrestabes Bandung.

Freemason di Bandung memiliki kegiatan yang fokus dalam dunia pendidikan. Beberapa sekolah didirikan oleh anggota Freemason seperti taman kanak-kanak di Jalan Aceh pada tahun 1898 hingga ide dari pendirian Technische Hogeschool yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung.

Halaman:

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

Ratusan Sekolah di Bandung Siap Gelar PTMT Gelombang 3

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:11 WIB
X