Lima Jejak Peninggalan Freemason di Bandung

- Selasa, 20 Februari 2018 | 06:21 WIB
Ilustrasi -- Loji Sant Jin.
Ilustrasi -- Loji Sant Jin.

Tujuan awal dari pendirian THS adalah untuk menghasilkan dan memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang ketika itu sangat sulit didapat. Alasan yang kemudian membuat hubungan antara Belanda dengan Hindia Belanda menjadi terganggu.

Dalam perjalanannya, Freemason memang menginginkan adanya penyatuan pemikiran untuk mengungkap peristiwa alam maupun sosial melalui kekuatan ilmu pengetahuan. Maka tidak heran jika pergerakan Freemason banyak tercurah melalui dunia pendidikan.

"Pendirian THS bisa jadi bukti bahwa Freemason begitu konsen pada dunia pendidikan," ujar Rulfhi.

Dalam buku Okultisme di Bandung Doeloe (2012) karya Ryzki Wiryawan, dijelaskan bahwa kaitan keduanya terlihat dari lambang THS dan logo Freemason yang mengandung unsur jangka serta penggaris segitiga. 

Kesamaan bidang yang ditekuni antara THS dengan Freemason disinyalir menjadi alasan pemilihan logo. THS fokus mempelajari arsitektur dan teknik. Sementara Freemason pada dasarnya adalah memiliki latar belakang para tukang bangunan atau besi.

Nama Ijzerman sebelumnya pernah diabadikan menjadi sebuah taman yang berada di depan gerbang utama ITB. Namun pada tahun 1950, taman tersebut berganti nama menjadi Ganesha.

Pada Maret 1959, THS yang berdiri tahun 1920, resmi berganti nama menjadi ITB. Pergantian tidak semata terjadi pada penamaan, tapi juga pada ideologi pendidikan dan sistem pengajaran.

Sumber foto : Wikimedia

-

Markas Polrestabes Bandung

Halaman:

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

Hujan Deras Guyur Gedung Sate, Buruh Tetap Bergeming

Selasa, 30 November 2021 | 14:58 WIB

Perayaan Tahun Baru 2022 di Bandung Dilarang!

Selasa, 30 November 2021 | 10:23 WIB

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X