Lima Jejak Peninggalan Freemason di Bandung

- Selasa, 20 Februari 2018 | 06:21 WIB
Ilustrasi -- Loji Sant Jin.
Ilustrasi -- Loji Sant Jin.

TAMANSARI, AYOBANDUNG.COM -- Freemason atau Vrijmetselarij merupakan kelompok persaudaraan internasional yang mengumpulkan anggota dari berbagai lintas agama dan suku bangsa. Ragam kontroversi memang menyertai keberadaan Freemason.

Di Indonesia, Freemason tercatat telah ada sejak tahun 1736. Pembawanya adalah seorang Belanda bernama Jacobus Cornelis Mattheus. Bukti peninggalan sejarah mengenai Freemason memang tercecer, lantaran Presiden Soekarno melarang keras perkembangannya.

Terlebih ketika kependudukan Jepang di Indonesia, keberadaan aktivitas Freemason sempat pasif lantaran koalisi Negeri Matahari Terbit yakni Jerman juga menentang keras ideologi tersebut.

Namun, beberapa jejak peninggalannya masih berdiri kokoh di Kota Bandung. Tidak dapat dipungkiri jika Freemason memiliki peranan besar terkait kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan di Bandung dulu kala.

Berikut ayobandung merangkum lima peninggalan Freemason di Kota Bandung. Semoga bermanfaat.

 

-

Masjid Al Ukhuwah

Sebenarnya Masjid Al Ukhuwah yang terletak di Jalan Wastukencana bukan merupakan peninggalan fisik dari Freemason. Namun, sebelum Masjid Al Ukhuwah berdiri pada tahun 1961, tanah tersebut telah lebih dulu menjadi tempat bagi Loji Sint Jan.

Halaman:

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

8 Rute DAMRI Bandung Ditutup Sementara

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:31 WIB

Pasien Covid-19 di RSHS Hanya Tersisa 9 Orang 

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:05 WIB

PWI Jawa Barat Komitmen Wujudkan Kompetensi Wartawan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:38 WIB
X