HUT 207 Bandung: Taman Kota Hadapi Masalah Ekologi dan Kebersihan

- Senin, 25 September 2017 | 11:15 WIB
Sampah berserakan di Taman Musik Centrum Bandung, Minggu (24/9). (Eneng Reni/AyoBandung)
Sampah berserakan di Taman Musik Centrum Bandung, Minggu (24/9). (Eneng Reni/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan data Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung per 2016, Pemerintah Kota Bandung sudah membuat 23 taman tematik yang tersebar di seluruh kota Bandung.

Kehadiran taman tersebut disambut hangat warga Kota Bandung dan menjadi daya tarik bagi wisatawan luar kota. 

Namun dibalik semua keindahannya, taman-taman tersebut menghadapi masalah serius terkait masalah ekologis dan kebersihan. Jika dibiarkan berlarut-larut, taman yang sedianya untuk mempercantik wajah kota akan menjadi bumerang menjadi spot kumuh, kotor, dan tak terawat.

Aktivis Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I), Dedi Kurniawan,  mempertanyakan fungsi ekologis dari taman-taman tersebut. “Mungkin secara estetis keindahan atau kenyamanan ruang publik itu memang bisa berfungsi. Tapi jangan lupa di taman itu ada unsur ekosistem makhluk hidup yang harus dijaga. Saya masih belum bisa melihat nilai dan fungsi taman ini dalam kebutuhan fungsi konservasi atau ekologisnya,” kata Dedi.

Bagi Dedi, sebuah taman tak ayalnya harus berfungsi sebagai ruang terbuka hijau bagi makhluk hidup di dalamnya. 

“Contoh, pohon menyerap polusi dan racun dari kendaraan. Polusi semakin berkurang karena banyaknya pohon di taman kota. Tapi yang ada beberapa pohon semakin justru berkurang bahkan menghilang karena pembangunan fasilitas pelayanan publik seperti untuk tempat duduk atau jalan,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Dedi, dalam pembangunan taman kota pemerintah perlu menguatkan misi antara kebutuhan pemenuhan kenyamanan publik dengan pertahanan nilai ekologis.

“Memang fungsinya dalam konsep konservasi sangat silang kalau berbicara tentang pembangunan kota. Tapi minimal untuk taman kota harus selalu terpenuhi fungsi ekologis. Kami sepakat taman di Kota Bandung harus menjadi ruang publik untuk mendukung kenyamanan manusia. Tapi juga jangan menghilangkan peran makhluk hidup lainnya,” tegas Dedi.

Menurut Dedi, sisi ekologis sebuah taman akan berfungsi jika penjagaan ekosistem ini juga berjalan dengan baik. 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Ratusan Anak di Kota Bandung Jadi Yatim Piatu

Kamis, 23 September 2021 | 12:19 WIB

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung 23 September 2021

Kamis, 23 September 2021 | 05:30 WIB

Cuaca Bandung Hari Ini, Cerah Berawan Sepanjang Hari

Kamis, 23 September 2021 | 05:00 WIB

Kecepatan Vaksinasi Harian Jabar Terus Naik

Rabu, 22 September 2021 | 19:37 WIB

Pemprov Jabar Vaksinasi Warga secara Door To Door

Rabu, 22 September 2021 | 19:35 WIB

Pemulihan Ekonomi, Jabar Gali Pengetahuan Pasar Ekspor

Rabu, 22 September 2021 | 19:32 WIB

Jabar Masif Vaksinasi, Warga Bisa Vaksin di Bidan Desa

Rabu, 22 September 2021 | 19:29 WIB
X