AJI: Verifikasi Berita Perlu Diterapkan dengan Baik

- Selasa, 25 April 2017 | 18:41 WIB
Ilustrasi berita.(Pixabay)
Ilustrasi berita.(Pixabay)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai verifikasi informasi pemberitaan perlu diterapkan dengan baik.

Perwakilan AJI Adi Marsiela menyatakan mengatakan kode etik jurnalistik terutama verifikasi narasumber perlu diutamakan. Sebab, selama ini sebagian besar jurnalis kurang memperhatikannya.

Kondisi tersebut bisa memicu ketidakjelasan informasi yang diberitakan jurnalis kepada masyarakat.

"Hasil survei Dewan Pers, sebanyak 80% wartawan Indonesia tidak baca kode etik. Padahal, salah satu pasal dalam kode etik yakni verifikasi sering diabaikan," katanya dalam diskusi terbuka "Ancaman Intoleransi dan Hoax Terhadap Ketahanan Bangsa" di IFI Bandung,  Selasa (25/4/2017).

Adi mencontohkan, perdebatan diskusi yang mengangkat pemberitaan pekan lalu, di mana Ridwan Kamil yang menyebutkan 'pendirian 300 rumah peribadatan non-muslim selama lima tahun adalah hoax'.  Padahal, apabila jurnalis memverifikasi pemberitaan ke belakang, hal tersebut bisa menjadi bahan pelurusan berita.

Sebab, sebut dia, Ridwan Kamil mengklaim telah mendirikan 300 rumah peribadatan non-muslim selama lima tahun.

"Jadi sama kayak media sosial. Banyak yang tidak bikin verifikasi ke belakang ketika narasumbernya klaim pernyataan yang berbeda dengan omongan terdahulu. Tapi sayangnya enggak ada yang tanya dan verifikasi itu," ujarnya.

Oleh karenanya, para jurnalis perlu mencermati betul langkah verifikasi pemberitaan agar kejelasan informasi bisa dipertanggungjawabkan.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Perayaan Tahun Baru 2022 di Bandung Dilarang!

Selasa, 30 November 2021 | 10:23 WIB

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X