Omzet Kerudung Cicalengka Tembus Rp80 Juta per Minggu

- Rabu, 11 Januari 2017 | 17:25 WIB
Pelaku usaha pembuatan kerudung di Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Hengky Sulaksono/AyoBandung.
Pelaku usaha pembuatan kerudung di Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Hengky Sulaksono/AyoBandung.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Geliat usaha pembuatan kerudung di Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung terus berkembang. Dalam seminggu, omzet rata-rata penjualan kerudung menembus Rp70-80 juta. Salah satu penyebabnya karena kerudung tak lagi dijadikan sebagai penutup aurat semata, namun berkembang menjadi ikon fesyen. 

Saat AyoBandung berkunjung ke Kampung Cisereuh, yang menjadi salah satu kawasan industri rumahan, Rabu (11/1/2017), terlihat beberapa tumpukan kain yang siap diolah di teras-teras rumah warga. Pembuatan kerudung berlangsung sejak pagi hingga petang.

Kawasan ini telah dikenal menjadi sentra industri kerudung sejak beberapa tahun silam. Bermula dari perorangan, kini usaha ini sanggup menjadi tulang punggung perekonomian warga sekitar.

"Kebanyakan usaha turun temurun, kalau saya baru merintis," jelas Erni (43), salah satu pemilik usaha industri kerudung Cicalengka.

Para pengerajin menggunakan mesin jahit konvensional saat proses produksi. Ragam model serta pernik kerudung amat bergantung pada keterampilan tangan dan ketenangan para pengerajin.

"Kalau model, tiap pengusaha punya desain masing-masing. Itu tergantung kreatifitas kita. Itu urusan dapur masing-masing," kata dia.

Pengrajin lain, Iman (30), menuturkan perjalanan industri kerudung Cicalengka yang umumnya berstatus warisan, terbilang stabil. Lebih-lebih, para pengrajin sudah memiliki pasarnya sendiri.

"Kalau yang disini biasanya dijual ke Pasar Tanah Abang, atau ke Cirebon, Pasar Tegal Gubug. Kalau saya jualnya ke Pasar Tanah Abang aja. Belum ke Cirebon. Tiap Senin dan Kamis," tutur Iman

Sekali jual, kata Iman, ia sanggup menghabiskan satu mobil box berisi kerudung di Pasar Tanah Abang. Dalam seminggu, ia maraih omzet rata-rata hingga Rp70-80 juta.

"Biasanya paling sedikit di pembeli (di Pasar Tanah Abang) ngambil 5-10 kodi. Setiap pulang ke Cicalengka box mobil selalu kosong. Jarang sekali ada sisa," ungkapnya.

Berjaya di luar daerah, belum tentu meraja di tanah sendiri. Kerudung Cicalengka tidak diperjual-belikan di kawasan Bandung. "Enggak ada pasarnya. Sering juga ada yang beli dari daerah Bandung (di Pasar Tanah Abang). Padahal, itu masih buatan Bandung," tutupnya. (Hengky Sulaksono)

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Kota Bandung Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Hujan Deras Bikin Banjir Cileuncang di Kota Bandung

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:25 WIB

PPKM Diperpanjang, Kasus Covid-19 Bandung Tersisa 93

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Wagros Jadi Wadah UMKM Jabar Pulihkan Ekonomi

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:59 WIB

Lansia di Jabar Bisa Vaksinasi Covid-19 di Bidan Desa

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:56 WIB
X