Ribuan Siluman Gagal Jadi Penerima Manfaat BST Kabupaten Bandung

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 18:18 WIB
[Ilustrasi] Ribuan siluman gagal jadi penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) Kabupaten Bandung. Alasannya, karena ketidakjelasan penerima. (Pixabay/Mohamad Trilaksono)
[Ilustrasi] Ribuan siluman gagal jadi penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) Kabupaten Bandung. Alasannya, karena ketidakjelasan penerima. (Pixabay/Mohamad Trilaksono)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Ribuan siluman gagal jadi penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) Kabupaten Bandung. Alasannya, karena ketidakjelasan penerima.

Hal tersebut terungkap ketika Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bandung, Jumat 27 Agustus 2021.

Di Kabupaten Bandung total 5.392 penerima manfaat BST yang gagal salur karena pelbagai hal, seperti meninggal dunia, NIK ganda, pindah alamat, dan penerima yang tidak ditemukan.

Dari 5.392 BST yang gagal salur, sebagian besarnya karena penerima manfaat yang tidak ditemukan identitas aslinya atau biasa disebut siluman.

Di Pos Soreang, misalnya, yang menyalurkan BST untuk 16 Kecamatan di Kabupaten Bandung, terdapat 2.548 penerima manfaat yang tidak ditemukan alamatnya.

Risma meminta agar masalah tersebut bisa diselesaikan dalam waktu cepat, supaya masyarakat yang seharusnya menerima manfaat bisa segera mendapatkan bantuan sebesar Rp600.000/bulan tersebut.

"Kalau tidak ditemukan itu kan aneh. Mungkin rumahnya di hutan. Ini harus segera diselesaikan," ujar Risma.

Masalah ini, kata Risma, memang terjadi di seluruh daerah di Indonesia, namun bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Sehingga dia meminta agar Dinas Sosial di daerah melakukan sinkronisasi data dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

"Jangan sampai orangnya ada, tapi alamatnya tidak jelas, akhrinya tidak mendapat bantuan," ujarnya.

Dia mengakui jika masih banyak data yang tidak lengkap, seperti alamat tidak jelas karena hanya mencantumkan nama kampung tanpa membubuhkan RT dan RW.

Alhasil, ketidaklengkapan alamat semacam itu, membuat pihak bank atau PT Pos sebagai penyalur tidak bisa mencairkan BST, karena ketidaksinkronan data kependudukan.

Baca Juga: Ini Cara Pencairan Bansos BST Rp 600 Ribu di Juli 2021

Mensos Risma Klaim Penyaluran BST Capai 95 Persen

Sebelumnya, Risma mengeklaim proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah mencapai 95 persen. BST mulai disalurkan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga perpanjangan PPKM level 4.

"Alhamdulillah sekarang sudah 95 persen untuk tersalurnya bantuan sosial tunai," kata Mensos Risma saat konferensi pers di Kemensos, Selasa (3 Agustus 2021).

Risma menegaskan dengan kembali diperpanjangnya PPKM level 4 ini, maka penyaluran akan dipercepat. Risma mengeklaim kalau bansos, selain BST saat ini penyalurannya sudah jauh lebih besar. "Kalau yang lain di Jawa PKH (program keluarga harapan) dan BPNT (bantuan pangan non tunai) atau kartu sembako (penyalurannya) diatas 98 persen, kalau BST sudah 95 persen," tegasnya.

Sebelumnya, Kemensos menjalankan tiga program bansos selama PPKM, yakni Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bansos Tunai (BST). Untuk program Kartu Sembako/BPNT akan menjangkau 18,8 juta KPM dengan indeks Rp 200 ribu/bulan/KPM, disalurkan Januari-Desember 2021.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Kabupaten Bandung 2022 Direkomendasikan Naik 10%

Sabtu, 27 November 2021 | 15:00 WIB

Pertama Kali, Fashion Show di Kebun Teh Pangalengan

Jumat, 26 November 2021 | 17:05 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 25 November 2021

Kamis, 25 November 2021 | 08:30 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 23 November 2021

Selasa, 23 November 2021 | 09:00 WIB
X