Ekonomi Kota Bandung Mesti Bangkit, Begini Skenarionya

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 23:10 WIB
Pasar Baru, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Rabu (7 Juli 2021), tampak sepi dan sunyi. Sebanyak 3.000 toko yang berada di Pasar Baru harus menutup aktivitas dagangnya selama PPKM darurat, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ekonomi Kota Bandung  (Ayobandung.com/Robby Fathan/Magang)
Pasar Baru, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Rabu (7 Juli 2021), tampak sepi dan sunyi. Sebanyak 3.000 toko yang berada di Pasar Baru harus menutup aktivitas dagangnya selama PPKM darurat, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ekonomi Kota Bandung (Ayobandung.com/Robby Fathan/Magang)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Ekonomi Kota Bandung saat ini sedang tak baik. Jadi, demi menormalkan lagi keadaan, sejumlah program terus digenjot untuk turut membangkitkan perekonomian setelah terdampak pandemi Covid-19.

Bagaimana cara pemerintah mengatasi kondisi saat ini? Salah satu di antaranya ialah pelatihan bagi Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) terus menggalakan program bantuan, pelatihan, dan pengembangan bagi pelaku UMKM. Di samping itu, Dinas KUKM juga tengah menyiapkan sebuah fasilitas layanan pemasaran produk UMKM.

Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro dan Fasilitasi Dinas KUMKM Kota Bandung, Nuri Nuraeni mengaku baru saja menuntaskan pembuatan Sarana Layanan Pemasaran KUMKM (Salapak).

Salapak yaitu tempat untuk memfasilitasi para pelaku UMKM mempromosikan dan memasarkan produksinya. Selain itu juga sebagai sarana pengembangan digital marketing dan saran pembiayaan dan lainnya.

"Ini pengelolaannya dengan para koperasi sekaligus pelaku UMKM," kata Nuri, Kamis, 26 Agustus 2021.

Saat ini, lanjut Nuri, Salapak yang berada di Jalan Ir. H. Djuanda belum diluncurkan secara resmi. Namun aktivitas pemasaran produk hasil pelaku UMKM Kota Bandung sudah dimulai dengan memanfaatkan pasar online.

Menurut Nuri, Salapak ini juga sekaligus mengakomodir hasil dari UMKM REcovery Center (URC) yang saat ini masih belum optimal lantaran menyesuaikan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

"Untuk UMKM  baru yang akan usaha, kita akan berikan coaching atau pembinaan melalui URC. Setelah produksi diterima masyarakat dan perizinan lengkap, kita akan pasarkan di Salapak," jelasnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pohon Tumbang Melintang di Jalan Tamansari Bandung

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:33 WIB

Tiga Kios Terbakar di Jalan Soekarno Hatta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:11 WIB

Jadwal Sholat Bandung Hari Ini 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 04:00 WIB

Cantiknya Warna Warni Mural di Babakan Siliwangi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:23 WIB
X