Menyingkap Misteri Sosok yang Tinggal di Gorong-gorong Pasteur

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:56 WIB
Gorong-gorong Pasteur yang dijadikan tempat tinggal pemulung. (Republika/Fauzi Ridwan)
Gorong-gorong Pasteur yang dijadikan tempat tinggal pemulung. (Republika/Fauzi Ridwan)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Terhirup bau menyengat dari gorong-gorong di area pedestrian Jalan Dr Djunjunan-Jalan Babakan Jeruk, Pasteur, Kota Bandung. Air selokan mengalir kecil pada area gorong-gorong yang gelap itu.

Gorong-gorong yang memiliki ketinggian 1,5 meter dengan lebar 80 cm tersebut sempat ditinggali oleh seorang pria yang bekerja sebagai pemulung. Luas area gorong-gorong yang dimanfaatkan sebagai tempat tidur kira-kira sepanjang 4 meter.

Di area tersebut, ditemukan beberapa kayu penyangga untuk menyimpan kasur dan agar kasur itu terhindar dari air selokan. Juga terdapat toples yang dimanfaatkan untuk menyimpan lilin sebagai penerangan.

"Kronologisnya ada normalisasi saluran di bawah jembatan, ada terpal bantal yang sepertinya digunakan untuk istirahat. Kalau di sini gorong-gorong tempat tidur dengan diperkuat kayu dasarnya. Ada kasur dua, bantal empat dan guling satu," ujar Nana Rohana, Koordinator Lapangan UPT Bojonegara saat ditemui Republika, Rabu, 25 Agustus 2021.

Baca Juga: Pemkot Bandung Cari Pemilik Rumah di Gorong-gorong Pasteur

Ia melanjutkan, ditemukan terpal yang diikat di dalam gorong-gorong yang dimanfaatkan untuk menutupi atap agar terhindar dari debu dan kotoran. Terdapat pula beberapa toples yang digunakan sebagai tempat lampu penerangan dan garam.

"Dia sengaja bikin sendiri (lampu), terus buat jemuran," ujarnya.

Nana mengatakan, pihaknya juga menemukan sejumlah asesoris seperti kacamata dan kalung. Ketinggian tempat tidur yang dibuat di dalam gorong-gorong kira-kira setengahnya dari tinggi gorong-gorong.

"Dia bikin bangku dari kayu, ketinggiannya setengah dari ketinggian gorong-gorong untuk menghindari air," ungkapnya. Ia mengaku kaget dengan temuan gorong-gorong dijadikan tempat tinggal.

"Kalau menemukan kaya begini baru sekali. Kaget soalnya gini dengan keadaan seperti ini bisa membahayakan diri. Ini titik banjir kalau hujan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X