KPU Bandung Barat Buka Kemungkinan Perubahan Dapil pada Pemilu 2024

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 17:56 WIB
[Ilustrasi] Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat membuka kemungkinan terjadi perubahan daerah pemilihan atau dapil pada Pemilu 2024. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi] Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat membuka kemungkinan terjadi perubahan daerah pemilihan atau dapil pada Pemilu 2024. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat membuka kemungkinan terjadi perubahan daerah pemilihan atau dapil pada Pemilu serentak 2024 mendatang. 

Perubahan ini meliputi jumlah kecamatan pada satu dapil, penomoran dapil, serta jumlah kursi pada satu dapil. Meski begitu, perubahan tersebut masih dalam tahap kajian. 

Ketua KPU KBB Adi Saputro mengatakan, perubahan-perubahan pada dapil Pemilu 2024 bisa saja terjadi dengan pertimbangan jumlah penduduk. Adapun mengenai apa perubahannya, masih belum ditentukan karena belum masuk tahapan Pemilu. 

"Yang memengaruhi dapil itu adalah jumlah penduduk. Kalau jumlah penduduknya signifikan, mungkin saja ada perubahan. Kemungkinan itu pasti ada, apalagi pertumbuhan penduduk di satu daerah adalah keniscayaan," kata Adi saat dihubungi, Rabu 18 Agustus 2021. 

Adi menjelaskan, untuk jumlah kursi DPRD Bandung Barat diprediksi tak akan ada perubahan, yaitu 50 kursi. Karena syarat untuk bisa bertambah kursi legislatif, jumlah penduduk harus lebih dari 3 juta jiwa. Sedangkan jumlah kursi ditiap dapil atau perubahan jumlah kecamatan di tiap dapil masih bisa berubah. 

"Sebagai contoh, tahun 2019 ada perubahan jumlah kouta kursi yang dulunya di Cikalong 9 kursi jadi 10. Sedangkan Cililin-Cihampelas dari tadinya 10 sekarang jadi 9. Karena di dapil 4 terjadi pertumbuhan penduduk lebih besar. Formasi jumlah kecamatan di tiap dapil juga bisa saja berubah. Hal ini bertujuan untuk menjamin kesetaraan," ucap Adi. 

Meski belum meminta secara resmi data jumlah KBB, KPU yakin angkanya tidak akan melebihi 3 juta. Pasalnya, data terakhir jumlah penduduk berada di angka 1,7 juta jiwa. 

"Jumlah kursi mungkin tetap 50, karena jumlah penduduk masih dibawah 3 juta. Sampai saat ini, kita belum secara resmi minta data jumlah penduduk ke Dinas Kependudukan. Tahun 2020, jumlahnya ada 1,7 juta jiwa. Lagi-lagi angka ini tidak bisa jadi rujukan bagi kita dalam penentuan dapil karena mungkin saja bisa bertambah," paparnya. 

Menurut Adi, data jumlah penduduk juga penting menentukan apakah jumlah dapil di KBB tetap 5 atau bertambah. Sedangkan untuk penomoran setiap dapil tidak terlalu berpengaruh karena tahun 2019 pun hal itu dilakukan KPU.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X