Cimahi Rogoh Kocek Lebih Dalam Buang Sampah ke Legok Nangka

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 11:42 WIB
TPPAS Legok Nangka. (dok. Ayobandung.com)
TPPAS Legok Nangka. (dok. Ayobandung.com)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Cimahi merogoh kocek lebih dalam untuk biaya pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung.

Total biaya yang harus disiapkan untuk mengangkut sampah sekitar 150 ton per hari yakni Rp23 miliar setiap tahun. Angka ini lebih besar dibandingkan ongkos angkutan ke TPA Sarimukti yang hanya Rp16 miliar.

"Penanganan sampah Legok Langka kurang lebih 150 ton per hari estimasi yang diangkutnya. Estimasi biaya sekitar Rp 23 miliar," terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Lilik Setyaningsih saat ditemui Ayobandung.com, Rabu, 18 Agustus 2021.

Estimasi pengeluaran biaya pengangkutan sampah dari Kota Cimahi itu hanya untuk Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) dan Kompensasi Dampak Negatif (KDN). Jika ke TPA Sarimukti, terang Lilik, biaya pelayanan yang meliputi pengangkutan, KJP dan KDN hanya Rp198.255 per ton. Sedangkan bila ke TPPAS dengan item serupa mencapai Rp423.168 per ton. 

"Estimasi biaya ke Legok Nangka itu sudah dihitung dengan subsidi dari Pemprov Jabar. Kalau gak disubsidi bakal lebih besar lagi biayanya," sebut Lilik.

Saat ini, volume timbulan sampah setiap harinya mencapai 270 ton lebih setiap harinya. Sementara yang bisa diangkut ke TPA Sarimukti hanya sekitar 220 ton per hari. Sisanya ada yang didaur ulang di berbagai Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan oleh warga. 

Lilik melanjutkan, beberapa tahun ke depan pihaknya mengestimasikan volume sampah di Kota Cimahi mencapai 300 ton setiap harinya. Namun untuk sementara ini sampah yang akan diangkut ke TPPAS Legok Nangka minimalnya 150 ton per hari. 

Artinya, pihaknya memiliki pekerjaan rumah untuk mendaur ulang sisa sampah yang tak dibuang TPPAS Legok Nangka. "Dalam perjanjian 150 per hari. Berarti kita harus mampu melakukan daur ulang sisanya," ujarnya.

Namun dari skema yang sudah dirancang, pihaknya baru mampu mendaur ulang sampah sekitar 109 ton setiap harinya melalui berbagai skema. Seperti Metode pengolahan kompos organisasi, magotisasi, hingga permentasi dengan pengembangan skala kecil. 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tukang Bubur di Bandung Nyambi Jual Pil Psikotropika

Kamis, 2 Desember 2021 | 17:11 WIB

ODGJ dan Disabilitas Cimahi Bakal Dibuatkan KTP

Selasa, 30 November 2021 | 17:24 WIB
X