Observasi Mata Air Panas di Ngamprah, LIPI Sebut Berasal dari Zona Lemah Patahan Lembang

- Selasa, 17 Agustus 2021 | 15:09 WIB
Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan observasi atau tinjau lapangan sumber air panas di Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan observasi atau tinjau lapangan sumber air panas di Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan observasi atau tinjau lapangan sumber air panas di Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Di ketahui di Desa Cimanggu terdapat 3 lokasi sumber air panas yang tersebar di dua RW yaitu RW 02 dan RW 09. Uniknya, sumber air panas tersebut tak berdekatan dengan gunung api aktif seperti di daerah-daerah lain.

Dalam kesempatan itu, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI mencoba menyelidiki dari mana sumber air panas tersebut berasal dengan cara mengukur temperatur air, kadar belerang, PH, daya hantar listrik, dan kadar garam.

Baca Juga: 7 Rekomendasi HP Murah Vivo Terbaik, Cuma Rp1 Jutaan!

Peneliti Geoteknologi LIPI, R Fajar Lubis mengatakan hasil observasi menunjukkan bahwa tiga air panas di Desa Cimanggu berasal dari sistem air tanah yang sama. Ia naik kepermukaan melalui zona lemah patahan Lembang.

Menurutnya, daerah Ngamprah dan sebagian wilayah Padalarang adalah titik akhir atau ujung sebelah barat Sesar Lembang. Biasanya, di ujung patahan seperti daerah Ngamprah, akrab ditemui banyak mata air karena merupakan zona lemah.

"Tiga mata air ini berasal dari sistem air tanah yang sama, keluar dari zona lemah patahan Lembang. Kalau yang terpotong sistem air tanah adalah air panas, yang muncul ke permukaan air panas. Sebaliknya, kalau yang terpotong air normal, yang muncul air biasa," kata Fajar menjelaskan.

Dugaan LIPI terkait 3 titik mata air panas tersebut berasal dari sistem air tanah yang sama didukung oleh adanya kesamaan data temperatur, PH air, kadar garam, dan daya hantar listrik di setiap sumber mata air.

Baca Juga: Tidak Mau Ketinggalan, Lansia Gelar Upacara Bendera Terbatas

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mantan Dandim Diduga Dibunuh Pemilik Toko di Lembang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:10 WIB
X