Ekploitasi Air Tanah di Cimahi Ancam Ekologi, Aktivis 98 Minta Ada Audit Lingkungan

- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 18:51 WIB
Ilustrasi eksploitasi air tanah. (pixabay.com)
Ilustrasi eksploitasi air tanah. (pixabay.com)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Eksponen aktivis 1998 yang tergabung dalam Jaringan Progresif (JP) 98 Bandung menilai ekploitasi air tanah oleh industri di Cimahi sudah sangat mengkhawatirkan.

Hal tersebut dapat memicu berbagai ancaman bencana mulai dari land subsidence atau penurunan muka tanah, banjir, hingga kekeringan. 

Menyitir hasil penelitian Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), fenomena penurunan muka tanah di Cimahi berkisar antara 8-10 centimeter per tahun. Bahkan di wilayah Selatan sempat menyentuh 20 centimeter per tahun. Bahkan, ekploitasi air tanah ini diprediksi terjadinya kekeringan panjang tahun 2050.

Jaringan Progresif (JP) 98 Bandung mendorong pemerintah memperketat pengawan dan melakukan audit lingkungan terhadap semua aktivitas ekploitasi air tanah yang dilakukan industri di Cimahi.

Hal itu bertujuan agar diketahui sejauh mana kegiatan pengambilan air tanah mematuhi aturan undang-undang. 

"Kondisi penurunan muka tanah di Kota Cimahi sudah sangat mengkhawatirkan yang dapat mengakibatkan semakin seringnya terjadi banjir, rumah retak, dan kekeringan, sudah saatnya pemerintah memperketat pengawasan eksploitasi air tanah terutama oleh industri, dan memperkuat sanksi bagi para pelaku industri melanggar peraturan," papar aktivis Jaringan Progresif (JP) 98, Iman Haris, Sabtu 14 Agustus 2021. 

Iman menilai upaya tersebut harus dilakukan secepatnya, sebagai upaya preventif dan mitigasi bencana. Jangan sampai, pemerintah bergerak tatkala bencana telah terjadi dan menelan korban. Selain itu, agar pengawasan lebih efektif perlu pelibatan masyarakat sekitar. 

"Pihak pemerintah Kota Cimahi juga sebaiknya mempublikasikan industri-industri yang melakukan pelanggaran tersebut beserta sanksinya, agar masyarakat juga dapat mengawasinya bersama-sama," tambahnya. 

Iman menilai, kegiatan pengambilan air tanah di Cimahi telah berlangsung sejak dulu. Ia mempertanyakan apa yang telah dilakukan pemerintah untuk mencegah ini menjadi bencana. 

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Keping KTP di Kota Cimahi Dibakar, Ada Apa?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:35 WIB
X