PPKM Diperpanjang, Toko Buku di Kota Bandung Batasi Pengunjung

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 22:10 WIB
Ilustrasi antrean pembeli di pusat perbelanjaan. (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)
Ilustrasi antrean pembeli di pusat perbelanjaan. (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Protokol kesehatan (Prokes) terus digencarkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. termasuk di toko buku Gramedia, Jalan Merdeka Nomor 43, Kota Bandung.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, toko buku tersebut baru buka pukul 10.00. Jumlah pengunjung yang masuk pun dibatasi, sehingga jika sudah memenuhi kuota 25 persen, pengunjung lain harus mengantre di luar gedung. Pengunjung baru bisa masuk bergantian.

Selain itu, untuk menghindari kerumunan dan keramaian, sejumlah tenan yang biasa buka di lorong toko buku pun terlihat ditutup. Toko Buku Gramedia sendiri terlihat lebih sepi dan gelap, lantaran pintu depan toko ditutup.

Sebelum masuk toko, petugas keamanan memeriksa suhu tubuh pengunjung terlebih dulu dengan thermo gun. Jika suhu tubuh di bawah 37 derajat celcius, pengunjung baru diperbolehkan masuk.

Pengunjung sendiri diwajibkan memakai masker dan membersihkan tangan terlebih dulu sebelum masuk toko. Protokol kesehatan serupa juga diterapkan di toko buku lain, yakni Togamas dan Toko Buku Diskon BBC Palasari 2.

Terkait penerapan prokes tersebut, pelanggan mengaku tidak keberatan. Pasalnya prokes diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19.

"Ya memang harus seperti itu. Karena kan sekarang sedang PPKM level 4 juga, jadi prokesnya harus ketat," kata Umar Mukhtar saat ditemui di Toko Buku Gramedia.

Sebagai pelanggan, ia mengapresiasi upaya pengelola toko untuk menerapkan aturan pemerintah. Meskipun aturan tersebut diyakini menurunkan omset penjualan buku.

"Bahkan di Gramedia sampai ada layanan pesan antar. Saya sih setuju," katanya.

Covid-19 Kota Bandung

Saat ini, kasus positif Covid-19 di Kota Bandung terus meningkat. Coblong masih menjadi kecamatan dengan kasus Covid-19 tertinggi.

Merujuk instagram pusicov.bandung.go.id, diakses Selasa, 10 Agustus 2021 pukul 11.00 WIB, tercatat Coblong memiliki 477 kasus aktif. Sementara Kiaracondong dan Rancasari menyusul dengan masing-masing 292 dan 266 kasus aktif.

Di tingkat kelurahan, Dago dan Antapani Kidul memiliki kasus terbanyak dengan masing-masing 150 dan 141 kasus.

Kasus positif aktif adalah kasus positif Covid-19 terkonfirmasi yang saat ini sedang menjalani perawatan berupa isolasi. Isolasi bisa dilakukan di rumah sakit, hotel, atau juga rumah. Kasus positif aktif berakhir ketika pasien dinyatakan sembuh atau meninggal dunia.

Jumlah kasus positif aktif, sebagaimana juga jumlah kasus lain terkait pandemi Covid-19, merupakan data yang bersifat dinamis. Perubahan terjadi setiap hari sesuai dengan tindakan penanganan yang dilakukan di lapangan.

Secara keseluruhan, data Kota Bandung per Selasa, 10 Agustus 2021 menunjukkan jumlah total kasus positif Covid-19 sebanyak 39.323 yang terdiri dari 5.558 kasus aktif, 32.349 kasus sembuh, serta 1.325 kasus meninggal dunia.

Tercatat ada penambahan 867 kasus positif aktif dibandingkan data yang disajikan sebelumnya. Sementara kasus sembuh bertambah 950 dan kasus meninggal bertambah 7. [*]

 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Covid Bandung Hari Ini Melonjak

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:51 WIB

Antisipasi Omicron, ASN Bandung WFH Lagi?

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:07 WIB
X