Usul PPKM Berbasis Kecamatan, Ridwan Kamil Sebut Setengah Jabar Bisa Gelar PTMT

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 18:11 WIB
nantinya PPKM berbasis Kecamatan akan diberlakukan Nasional, dan sebagian wilayah Jabar bisa menggelar PTMT ini. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
nantinya PPKM berbasis Kecamatan akan diberlakukan Nasional, dan sebagian wilayah Jabar bisa menggelar PTMT ini. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yakin setengah wilayah di Jabar dapat menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
 
Agar hal itu dapat terlaksana, pihaknya mengusulkan supaya Jabar menerapkan PPKM berbasis kecamatan.
 
"Jika usulan itu dipenuhi (Rabu besok), maka nanti Kabupaten Bogor sebagai contoh ada Kecamatan-kecamatan yang Level 2 dan Level 1 itu tatap muka sudah bisa dibuka," katanya dalam jumpa pers virtual, Selasa, 10 Agustus 2021.
 
Mantan Wali Kota Bandung itu menganggap, selama ini penerapan PPKM Level di Indonesia masih dipukul rata, yakni berbasis Kota dan Kabupaten.
 
"Kalau berbasis Kota dan Kabupaten itu menganggap teritorialnya sama," ujarnya.
 
Pihaknya akan menggelar rapat dengan Menko Airlangga Hartanto terkait dengan usulan itu. 
 
Menurutnya, jika usulan dipenuhi, maka nantinya PPKM berbasis Kecamatan akan diberlakukan Nasional, dan sebagian wilayah Jabar bisa menggelar PTMT ini.
 
"Feeling saya, setengah Jawa Barat bisa tatap muka," tutupnya.
 
Harapan Siswa Bisa Sekolah Tatap Muka
 
Presiden Joko Widodo menyaksikan melalui telekonferensi video pelaksanaan vaksinasi Covid-19 serentak bagi pelajar SMP dan SMA yang berada di 32 lokasi, tersebar di 15 Kabupaten/Kota yang terdapat di 14 Provinsi di Indonesia, pada Rabu, 14 Juli 2021.
 
Ketika Presiden memberi kesempatan kepada para siswa untuk menanggapi vaksinasi Covid-19 bagi pelajar, para pelajar sebagian besar mengaku merindukan sekolah tatap muka.
 
Seperti halnya yang diutarakan oleh Risa Sabila, pelajar dari SMPN 2 Bandung. Risa mengungkapkan, ia merasa lebih baik pembelajaran sekolah dilakukan secara tatap muka karena bisa berinteraksi langsung dengan teman sebayanya.
 
"Biar lebih efektif saja pembelajarannya, kalau di rumah kadang suka malas, terus bosan juga," kata Risa kepada Ayobandung.com usai divaksin di SMPN 2 Bandung.
 
Hal senada dirasakan oleh Jasmine, siswi SMA 1 Sentani Jayapura. Ketika berkesempatan berbincang langsung dengan Presiden Joko Widodo secara virtual, Jasmine mangatakan lebih senang belajar tatap muka karena bisa bertemu dengan guru secara langsung.
 
"Karena bisa bertemu dengan teman-teman dan guru-guru," ujarnya.
 
Sependapat dengan Risa dan Jasmine, Ayu Lestari dari SMA Negeri 1 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Ia merindukan suasana belajar kelompok di sekolah bersama teman-temannya. Ia berharap dengan adanya vaksinasi untuk kalangan pelajar ini, pembelajaran tatap muka bisa diselenggarakan.
 
"Rindu bisa bekerja kelompok bareng sama teman-teman," kata Ayu saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Angka Pengangguran Kota Bandung Bertambah 3%

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:50 WIB

Lokasi Ganjil Genap Bandung Ditambah, Catat Titiknya!

Kamis, 2 Desember 2021 | 13:02 WIB

Pedagang Kaki Lima: Dapat Durian Runtuh di Demo Buruh

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:57 WIB

9.000 ODHA Belum Terdata Dinkes Kota Bandung

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:41 WIB
X