Menengok 'Keguyuban' di Kampung Adat Cireundeu

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 10:31 WIB
Gerbang Masuk Kampung Adat Cireundeu, Desa Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Gerbang Masuk Kampung Adat Cireundeu, Desa Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

“Dalam Islam juga kan diajarkan untuk menghormati dan menyayangi orang tua,” tutur gadis yang akrab disapa Eneng itu.

Guyub Menghadapi Pandemi

Kebiasaan saling tolong menolong pun tak lekang meski pandemi melanda Kampung Cireundeu. Walau sempat bertahan dengan nol kasus Covid-19, pada akhirnya beberapa warga Cireundeu bertumbangan terkena corona.

Meski demikian, kondisi itu justru memperkuat kultur gotong-royong antarwarga. Mereka saling bergiliran mengirimi makanan bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri, tanpa mempedulikan latar belakang agama.

“Sempat ada yang kena Covid-19. Tapi sekarang sudah sembuh semua,” tutur Sudrajat, salah satu pengurus Cireundeu">Kampung Adat Cireundeu.

Keguyuban masyarakat Cireundeu ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kota Cimahi. Hal ini diakui Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Cimahi, Budi Raharja.

Menurut dia, nilai-nilai kebinekaan di Cireundeu">Kampung Adat Cireundeu harus selalu dijaga agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain. Budi menyampaikan, keberagaman Cireundeu memberikan daya tarik tersendiri di bidang pariwisata dan budaya.

"Sejauh ini masyarakat kampung adat di Cireundeu memang guyub. Tidak pernah ada perselisihan. Semoga selalu seperti itu," kata Budi.

Adapun Cireundeu">Kampung Adat Cireundeu terdiri dari 1 Rukun Warga (RW) dan 3 Rukun Tetangga (RT). Setidaknya ada 270 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di sana, dengan komposisi penduduk adat atau penghayat sebanyak 65 KK.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ribuan Keping KTP di Kota Cimahi Dibakar, Ada Apa?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:35 WIB
X