Menengok 'Keguyuban' di Kampung Adat Cireundeu

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 10:31 WIB
Gerbang Masuk Kampung Adat Cireundeu, Desa Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Gerbang Masuk Kampung Adat Cireundeu, Desa Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Warga muslim dan para penghayat sunda wiwitan hidup damai saling berdampingan. Kondisi ini menjadi ciri khas yang mengokohkan Cirendeu di Kelurahan Leuwi Gajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, sebagai Kampung Adat.

Keberagaman pun tampak di rumah Ketua Adat Cireundeu, Abah Emen Sunarya. Ia dan sang istri yang merupakan penghayat sunda wiwitan tinggal seatap dengan menantu dan cucunya yang beragama islam.

Cucu perempuan Abah Emen tampak taat dengan balutan jilbab. Namun tak sungkan untuk pamit dengan mencium tangan sang kakek saat hendak pergi keluar rumah.

Pemandangan tersebut lumrah terjadi di rumah keluarga lain di Cireundeu">Kampung Adat Cireundeu. Pasalnya hampir di setiap rumah pasti dihuni bersama oleh muslim dan para penghayat sebagai satu keluarga.

Meski begitu, Abah Emen menilai perbedaan di Cireundeu malah menjadikan kampungnya unik dan berbeda dengan permukiman lain. Hal inilah yang menjadi daya tarik Cireundeu, karena mampu membuktikan bahwa masyarakat bisa hidup guyub dalam perbedaan.

Untuk ibadah mereka menjalankan kewajiban masing-masing di Masjid dan Balai Adat yang dibangun bersama. Namun sebagai satu kesatuan masyarakat, penduduk Cireundeu mengedepankan nilai toleransi dan kekeluargaan.

“Sebenarnya dalam keseharian, penghayat dan muslim itu sama saja. Yang berbeda hanya pada ritual, dan lelaki kami (penghayat) tidak disepitan (disunat),” kata Abah Emen pada Ayobandung.com di rumahnya belum lama ini.

-
Ketua Adat Kampung Cireudeu Abah Emen Sunarya. (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)

Ia melanjutkan, agar bisa hidup saling berdampingan, masyarakat tidak boleh fokus pada perbedaan. Apalagi merasa paling istimewa dari yang lain. Sebagai orang yang beriman, wajar jika seseorang merasa keyakinannya yang terbaik. Namun ini tidak boleh sampai menghilangkan rasa hormat pada orang yang lebih tua dan rasa sayang pada yang lebih muda.

Hal tersebut dibenarkan salah satu cucu Abah Emen yang memeluk agama Islam. Menurutnya, sebagai anggota keluarga yang lebih muda, sudah seharusnya ia menghormati kakek dan neneknya meski berbeda keyakinan.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ribuan Keping KTP di Kota Cimahi Dibakar, Ada Apa?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:35 WIB
X