Jarang Lepaskan Energi, Masyarakat Diminta Waspada Pergerakan Sesar Cileunyi-Tanjungsari

- Rabu, 4 Januari 2023 | 17:30 WIB
Jarang Lepaskan Energi, Masyarakat Diminta Waspada Pergerakan Sesar Cileunyi-Tanjungsari (Silitonga, 1973)
Jarang Lepaskan Energi, Masyarakat Diminta Waspada Pergerakan Sesar Cileunyi-Tanjungsari (Silitonga, 1973)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Masyarakat perlu mewaspadai pergerakan Sesar Cileunyi-Tanjungsari meski jarang melepaskan energi.

Sesar Cileunyi-Tanjungsari merupakan patahan aktif yang baru tercatat menyebabkan gempa pada 1972 silam. Pada waktu itu, gempa berkekuatan 4,9 magnituto diakibatkan oleh pelepasan energi dari sesar ini. Disusul pada 2010 yang juga sempat melepaskan energinya.

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Supartoyo, mengatakan Sesar Cileunyi-Tanjungsari memiliki dua segmen, yakni segmen barat dan segmen timur.

Baca Juga: Bukan Hanya Sesar Lembang, Sesar Cileunyi-Tanjungsari dan Cicalengka Ancam Gempa di Bandung Raya

"Di sesar ini pernah terjadi gempa bumi dengan kedalaman dangkal. Pada 1972 dan 2010 di segmen barat dan pada Oktober 2022 kemarin di segmen timur. Jadi ini harus diwaspadai," tutur Supartoyo, Rabu 4 Januari 2023.

Menurutnya, literasi mengenai keberadaan sesar yang membentang dari Cileunyi Kabupaten Bandung sampai Tanjungsari Kabupaten Sumendang ini masih terbilang sedikit. Penelitian dan pemetaaan yang dilakukan juga belum begitu banyak. Literasi yang tidak terlalu banyak ini harus menjadi kewaspadaan tersendiri.

"Yang harus menjadi perhatian adalah potensi gempa maksimum mencapai sekitar Magnitudo 6," ujarnya.

Guncangan yang ditimbulkan memang tidak terhitung besar. Namun ada hal lain yang harus diwaspadai yakni adanya risiko dampak dari gempa apabila sesar ini melepaskan energinya.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Sesar Lembang Bergerak? Ini Ancaman Bahaya dan Dampaknya di Wilayah Jawa Barat

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X