Mengupas Kemacetan Kota Bandung Bagian 2 : Efisiensi Pemanfaatan Ruang Jalan atau Bisnis Gedung Parkir?

- Rabu, 4 Januari 2023 | 15:45 WIB
[Ilustrasi] kemacetan di Flyover Pasupati, Kota Bandung, Senin (2/12/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
[Ilustrasi] kemacetan di Flyover Pasupati, Kota Bandung, Senin (2/12/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

 

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Pertumbuhan jumlah kendaraan dan efektivitas pemanfaatan ruang jalan menjadi dua biang kerok terbesar kemacetan di Kota Bandung.

Dua lagi, biang kerok penyebab kemacetan yakni kedisiplinan warga berkendara dan pemasangan rambu atau marka jalan kurang efektif.

Apalagi, saat ini, ratusan ribu bahkan jutaan kendaraan kembali berseliweran usai Presiden Jokowi mencabut aturan PPKM.

Baca Juga: Mengupas Kemacetan Kota Bandung Bagian 1: Keluhan Warga Hadapi Kemacetan Setiap Hari

Ditambah lagi, Kota Bandung, sebagai wilayah pusat perkantoran di siang hari membuat arus kendaraan semakin tumplek.

Sebagai contoh, simpang Carrefour atau lebih familiar disebut simpang Samsat terkenal dengan julukan lampu merah terlama di Kota Bandung.

Antrean kendaraan mengekor sepanjang 5 kilometer menjadi pemandangan biasa pada pagi hari atau weekend. Belum lagi kemacetan di Jalan AH Nasution, simpang Pasteur, hingga pertigaan Arcamanik.

Itu hanya contoh kecil saja, masih banyak titik kemacetan lain di Kota Bandung yang membuat warga stres setiap hari.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemutakhitan Data Pemilih, KPU Sebarkan Pantarlih

Jumat, 3 Februari 2023 | 20:44 WIB
X