BMKG: Sesar Cugenang, Patahan Baru Pasca Gempa Cianjur, Lintasi 9 Desa 1800 Rumah Diminta untuk Relokasi

- Jumat, 9 Desember 2022 | 08:27 WIB
Sesar Cugenang, patahan baru pasca gempa Cianjur, lintasi 9 desa 1800 rumah diminta untuk relokasi bangunan.  ((YouTube/@Info BMKG))
Sesar Cugenang, patahan baru pasca gempa Cianjur, lintasi 9 desa 1800 rumah diminta untuk relokasi bangunan. ((YouTube/@Info BMKG))

 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pasca terjadinya gempa Cianjur, BMKG umumkan adanya patahan baru yang muncul di wilayah Kecamatan Cugenang yang melintasi 9 desa, maka dari itu patahan tersebut dinamakan Sesar Cugenang.

Pasca terjadinya gempa Cianjur, BMKG melakukan monitoring data dan pengecekan langsung ke lokasi desa terdampak, menemukan adanya patahan baru Sesar Cugenang yang mengalami pergeseran kurang lebih panjangnya mencapai 9 Km dengan arah barat-laut tenggara.

Fakta monitoring BMKG pasca gempa Cianjur di desa terdampak, mendapatkan adanya surface rupture yang cukup panjang. Dipastikan rekahan tersebut bukan merupakan ground failure, karena mampu memotong jalan raya, tembok, tanggul, semen, dan memotong lahan, dan patahan tersebut merupakan bagian dari Sesar Cugenang.

Baca Juga: Sesar Cugenang Baru Teridentifikasi, BMKG Jelaskan Pemicu Gempa Cianjur selain Sesar Cimandiri

Zona patahan aktif

Dari monitoring BMKG melalui pemotretan udara di sepanjang patahan baru tersebut, telah mengidentifikasi sebaran kerusakan rumah, kerusakan lahan, dan titik-titik longsor yang mengindikasikan bahwa zona yang dimaksud telah terdeformasi, dan mengalami getaran kerusakan.

Selain itu, teridentifikasi juga kerusakan bangunan di 9 desa yang rusak disebabkan karena faktor jenis tanah/kepadatan tanah, posisi/letak bangunan terhadap kemiringan lereng, sehingga terjadi longsor dan merusak kondisi bangunan

Dikutip dari Youtube info BMKG, pihak BMKG memantau zona bahaya yang rentan untuk mengalami pergeseran (deformasi) dan mengalami getaran yang menyebabkan kerusakan lahan serta bangunan yang dilalui Sesar Cugenang di 9 desa.

Halaman:

Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X