Motif Terorisme di Indonesia, BNPT: Benci Polisi dan Pemerintah

- Kamis, 8 Desember 2022 | 19:31 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap motif aksi terorisme di Indonesia buntut kasus bom bunuh diri Astana Anyar (Twitter/@yusuf_dumdum)
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap motif aksi terorisme di Indonesia buntut kasus bom bunuh diri Astana Anyar (Twitter/@yusuf_dumdum)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap motif aksi terorisme di Indonesia. Motif itu terkuak usai terjadinya aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polres Astana Anyar, Kota Bandung.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol. Ibnu Suhaendra mengatakan bahwa motivasi aksi terorisme adalah rasa kebencian terhadap polisi maupun pemerintah.

Hal itu pula yang menjadi alasan mengapa aksi-aksi terorisme kerap menyasar kantor polisi maupun pemerintah.

Baca Juga: The Mother of Satan Diduga Jadi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Ini Kata Mantan Teroris Sofyan Tsauri

"Motif pelaku adalah kebencian terhadap aparat pemerintah dan kepolisian,” kata Ibnu di Polrestabes Bandung, Kamis 8 Desember 2022.

Ibnu mengungkapkan, rasa benci terhadap polisi telah menjadi bagian dari doktrin penganut paham radikal. Dalam paham tersebut, polisi dianggap kafir dan wajib diperangi bahkan dibunuh.

Hal itu semkin diperkuat dengan adanya aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh Agus Sujatno alias Agus Muslim di Polsek Astana Anyar Kota Bandung. Agus Sujatno alias Agus Muslim terkonfirmasi merupakan bagian atau terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Penyerangan sasaran Polri dilakukan saat sedang apel pagi. Motivasinya adalah supaya anggota kami lebih banyak korban," tegasnya.

Baca Juga: Kunjungi Lokasi Bom Bunuh Diri di Bandung, Kepala BNPT Tegaskan Negara Tak Terima Adanya Terorisme

Halaman:

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X