Mitigasi Sesar Lembang Rendah, Pemda KBB Didesak Susun Road Map Mitigasi

- Senin, 5 Desember 2022 | 13:36 WIB
Sesar Lembang (situs BMKG)
Sesar Lembang (situs BMKG)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Upaya pengurangan risiko atau mitigasi gempa bumi dari sesar aktif Lembang di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih rendah.

Meski pemetaan terhadap sesar Lembang relatif komplit dibanding sesar-sesar lainnya di Indonesia, namun mitigasi bencana gempa terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak belum sepenuhnya optimal.

Sejumlah wilayah yang terlewati patahan aktif ini belum memiliki jalur evakuasi, titik kumpul, hingga menerapkan standar rumah tahan gempa. Contohnya di Kecamatan Ngamprah, di mana terdapat 5 desa masuk zona bahaya sesar Lembang, tapi lima desa ini belum memiliki penanda jalur evakuasi atau titik kumpul evakuasi.

Baca Juga: Kim Jong Un Sadis, Gegara Drakor 2 Remaja Korut Dieksekusi Mati di Depan Umum

Tak cuma itu, masyarakat di wilayah yang terlewati sesar Lembang mayoritas belum menyadari bahwa rumah mereka berdiri di atas lempeng tektonik aktif.

Warga juga belum tahu standar rumah tanah gempa serta standar penyelamatan saat gempa datang.

Terkait kondisi ini, Pemerintah Daerah didorong untuk membuat peta jalan atau Road Map mitigasi secara komprehensif hingga level paling rendah. Hal ini supaya bisa mengukur langkah mitigasi apa yang belum dan kurang dioptimalkan tiap tahunnya.

"Secara umum, pemerintah harus terus konsisten mengedukasi masyarakat sampai level terkecil tentang kesiapan menghadapi bencana. Program yang selama ini sudah berjalan yaitu sekolah siaga bencana dan program desa tangguh bencana (destana)," kata Ketua DPRD Bandung Barat, Rismanto saat dihubungi baru-baru ini.

Baca Juga: Terancam Ferdy Sambo, Bharada E Sampai Berdoa di Toilet karena Tak Bisa Cegah Eksekusi Brigadir J

Halaman:

Editor: Laila Zakiyya Khairunnisa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X