Miliki Potensi Gempa 6-7 Magnitudo, BMKG Pantau Sesar Lembang Selama 24 Jam Penuh

- Rabu, 30 November 2022 | 13:31 WIB
Miliki Potensi Gempa 6-7 Magnitudo, BMKG Pantau Sesar Lembang Selama 24 Jam Penuh (Muslim Yanuar Putra)
Miliki Potensi Gempa 6-7 Magnitudo, BMKG Pantau Sesar Lembang Selama 24 Jam Penuh (Muslim Yanuar Putra)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung terus memantau selama 24 jam aktivitas seismik yang ada di Sesar Lembang. Hal itu menyusul pasca terjadinya gempa bumi di Cianjur dengan kekuatan 5,6 Magnitudo pada Senin, 21 November 2022 lalu.

Staf Observasi Geologi Gempa Bumi di Stasiun BMKG Bandung, Ajeng Marina Utami mengungkapkan jika Sesar Lembang aktif, maka patahan tersebut berpotensi mengakibatkan gempa berkekuatan 6-7 Magnitudo.

"BMKG sudah mengeluarkan rilis kajian tentang itu, 2017 sudah mengeluarkan kajian tentang Sesar Lembang untuk magnitudo maksimumnya itu ada 6-7. Perlu ditegaskan itu hanya potensi, bukan prediksi," ujar Ajeng di Balai Kota Bandung, Rabu, 30 November 2022.

Berdasarkan skenario pemetaan mitigasi gempa yang dilakukan BMKG, jika terjadi gempa di Sesar Lembang dengan kekuatan 6,8 Magnitudo wilayah Bandung Raya akan mengalami dampak yang cukup berat. Hal itu diukur menggunakan skala MMI (Modified Mercally Intensity).

Baca Juga: UMK Kota Bandung 2023 Diumumkan Rabu, Ajuan Kenaikan 7,25 Persen, Cek Tanggal Resmi Berdasarkan Permenaker

"Kalau dari skenario peta guncangan Sesar Lembang itu untuk skenario 6,8 Magnitudo, untuk Kabupaten dan Kota Bandung kerusakanya sedang 6 sampai 7 MMI, kemudian Sumedang, Subang, Karawang Indramayu Cianjur 5 sampai 6 MMI kerusakannya ringan," jelasnya.

Sementara itu, kata Ajeng, dalam skenario tersebut gempa juga akan turut dirasakan ke berbagai daerah lain yang ada di Jawa Barat. Seperti Sukabumi, Depok, Bogor, Garut dan Tasikmalaya.

"Daerah itu akan terdampak 4 sampai 5 MMI dirasakanya kuat tapi potensi kerusakanya ringan. Kemudian Kuningan, Tasikmalaya, Bogor, Banjar, Ciamis, Pangandaran itu 3 sampai 4 MMI biasanya hanya dirasakan kuat tanpa ada kerusakan," jelasnya.

Meski begitu, Ajeng memastikan sepanjang tahun 2022 hingga saat ini tidak ada pergerakan di Sesar Lembang yang signifikan. Meski, diakuinya ada beberapa pergerakan seismik yang mengakibatkan gempa kecil akibat pergerakan Sesar Lembang.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X