Puluhan Desa Zona Bahaya Sesar Lembang di KBB Harus Gencarkan Mitigasi Kentungan

- Selasa, 29 November 2022 | 19:12 WIB
Puluhan Desa Zona Bahaya Sesar Lembang di KBB Harus Gencarkan Mitigasi Kentungan (Twitter @daryonobmkg)
Puluhan Desa Zona Bahaya Sesar Lembang di KBB Harus Gencarkan Mitigasi Kentungan (Twitter @daryonobmkg)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terlewati sesar aktif Lembang didorong mulai menerapkan mitigasi kentungan sebagai penanda bencana gempa bumi.

Tradisi membunyikan kentungan saat ini mulai memudar di kalangan masyarakat, maka harus mulai diaktifkan kembali apalagi sebagai peringatan tanda bencana.

Alat yang terbuat dari bambu atau kayu ini dinilai efektif untuk memberi sinyal kewaspadaan bencana lantararan bunyi sirine atau toa pengeras suara mungkin saja tak berfungsi karena listrik terputus tatkala gempa bumi melanda.

Baca Juga: Sesar Lembang Aktif, Fasilitas Pendidikan Justru Tidak Ramah Terhadap Gempa

"Sistem peringatan dini dengan kentungan ini harus diterapkan dan diketahui warga di sekitar sesar Lembang. Supaya masyarakat sekitar tahu adanya tanda gempa bumi agar mereka bisa menyelamatkan diri," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Saepul Uyun, Selasa 29 November 2022.

Diketahui, sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 kilometer membentang dari Padalarang hingga Jatinangor. Sesar ini terbagi menjadi dua segmen, yakni Segmen barat dan Segmen timur sehingga gempa yang diakibatkan memiliki skala yang berbeda-beda.

Para ahli memprediksi kekuatan gempa sesar Lembang bisa mencapai lebih dari magnitudo 5. BPBD telah mengestimasi kerugian kerusakan bangunan akibat gempa sesar Lembang bisa mencapai Rp4 triliun lebih.

Selain itu, BPBD juga mencatat 20 desa di 4 kecamatan Bandung Barat masuk zona bahaya. Adapun total penduduk yang diprediksi terpapar bahaya diperkirakan mencapai 155.383 orang, dengan total penduduk yang diprediksi terpapar bahaya diperkirakan mencapai 155.383 orang.

Baca Juga: Sesar Lembang Aktif Mengancam Bandung Raya sampai Sumedang, Peneliti BRIN: Tanahnya Lunak

Halaman:

Editor: Jinan Vania Barizky

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polresta Bandung Grebek Pabrik Sabu di Ciwidey

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:33 WIB
X