BPBD Catat 93 Sekolah di Bandung Barat Masuk Zona Bahaya Sesar Lembang

- Senin, 28 November 2022 | 18:20 WIB
Ilustrasi. Sesar lembang (situs BMKG)
Ilustrasi. Sesar lembang (situs BMKG)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah memetakan zona bahaya rawan gempa bumi tektonik akibat sesar aktif Lembang.

Penetapan zona bahaya ini diukur berdasarkan jarak minimal 1 kilometer dari garis Sesar Lembang. Hasilnya, BPBD menemukan 20 desa di 4 kecamatan Bandung Barat masuk zona bahaya. Adapun total penduduk yang diprediksi terpapar bahaya diperkirakan mencapai 155.383 orang.

"Kita sudah petakan berdasarkan garis sesar Lembang yang sudah dipetakan para peneliti. Dari situ, dipetakan ada 20 desa zona bahaya dengan jumlah penduduk 155.383 orang," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Saepul Uyun, Senin 28 November 2022.

Baca Juga: Diskar PB Beri Penjelasan Soal Kawanan Monyet Masuk Pemukiman, Benar Ada Kaitannya dengan Sesar Lembang Aktif?

Menurutnya, selain pemukiman warga, di zona bahaya Sesar Lembang terdapat 93 bangunan sekolah terdiri dari 55 sekolah menengah pertama (SMP), 13 sekolah menengah atas (SMA), dan 2 sekolah luar biasa (SLB).

Sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 kilometer, membentang dari Padalarang hingga Jatinangor. Sesar ini terbagi menjadi dua segmen, yakni Segmen barat dan Segmen timur sehingga gempa yang diakibatkan memiliki skala yang berbeda-beda.

Para ahli memprediksi kekuatan gempa Sesar Lembang bisa mencapai lebih dari magnitudo 5. Akibat gempa ini, BPBD telah mengestimasi kerugian kerusakan bangunan mencapai Rp4 triliun lebih.

"Para ahli sudah mengestimasi risiko bencana akibat gempa bumi Sesar Lembang dengan estimasi kerugian kerusakan bangunan mencapai Rp4 triliun," terangnya.

Baca Juga: Masuk Kawasan Sesar Lembang, Gedung OPD di Kota Bandung Tak Punya Alat Pendeteksi Gempa

Halaman:

Editor: Jinan Vania Barizky

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X