DVI Polri Terapkan Dua Metode Proses Identifikasi Jenazah Korban Gempa Cianjur

- Kamis, 24 November 2022 | 17:51 WIB
DVI Polri Terapkan Dua Metode Pemeriksaan Jenazah korban Gempa Cianjur. (Restu Nugraha)
DVI Polri Terapkan Dua Metode Pemeriksaan Jenazah korban Gempa Cianjur. (Restu Nugraha)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus melakukan indentifikasi jenazah korban gempa Cianjur.

Hingga Kamis, 24 November 2022, Tim DVI Polri telah menerima 131 kantong jenazah. Dari 131 kantong jenazah itu, 130 jenazah dipastikan berada dalam kondisi utuh sedangkan satu kantong jenazah hanya berisi body part atau bagian tubuh korban gempa Cianjur.

Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri, drg. Ahmad Fauzi menjelaskan dalam proses identifikasi jenazah pihaknya menggunakan dua metode yakni pencocokan data kependudukan untuk jenazah yang masih utuh serta memakai rekam medis untuk mayat yang sulit dikenali.

"Jadi, untuk awal identifikasi kita terbantu dengan kondisi jenazah yang masih segar dan utuh kemudian ditemukan oleh keluarga korban ataupun tetangga sehingga masih dikenali dan korban juga ditemukan di domisili mereka, jadi di sini cukup diregistrasi dan kita pastikan itu benar adalah yang bersangkutan adalah keluarganya, maka kita serahkan," terang Ahmad.

Baca Juga: 4 Formasi CPNS 2023 Segera Dibuka untuk Lulusan D3, Lengkap Beserta Persyaratannya!

Sedangkan metode hari kedua, lanjut Ahmd, menggunakan kajian ilmiah yaitu mencocokkan data sidik jari dan catatan medis. Bagi keluarga merasa kehilangan, bisa melapor ke Posko Tim DVI Polri di RSUD Sayang dengan membawa Lartu Keluarga (KK), rekam medis gigi, dan foto terakhir korban.

"Untuk pengambilan sampel DNA antemirtem korban, diharapkan orangtua kandung atau anak korban langsung hadir untuk disampaikan sapel DNAnya," terang Ahmad.

Ahmad menerangkan untuk identifikasi korban bencana gempa Cianjur, pihaknya bekerja sama sama dengan tiga fasilitas kesehatan yakni rumah sakit Bhayangkara, RS Cimacan dan RSUD Sayang. Dari tiga fasilitas kesehatan ini, pihaknya menerima laporan terkait adanya korban hilang sebanyak 48 orang.

Untuk data yang dilaporkan keluarganya belum ketemu sebanyak 48 orang hilang. Sampai saat ini jenazahnya belum ada," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X