Mengenal Sesar Cileunyi Tanjungsari, Sesar Aktif di Bandung Timur

- Selasa, 22 November 2022 | 11:31 WIB
Sesar Cileunyi Tanjungsari yang terbagi menjadi segmen barat dan timur (garis merah) yang terletak pada peta geologi lembar Bandung (Silitonga, 1973)
Sesar Cileunyi Tanjungsari yang terbagi menjadi segmen barat dan timur (garis merah) yang terletak pada peta geologi lembar Bandung (Silitonga, 1973)

AYOBANDUNG.COM--Gempa Cianjur membuat masyarakat di Bandung Raya waspada, apalagi daerah tersebut memiliki beberapa sesar aktif salah satunya Sesar Cileunyi Tanjungsari.

Sesar Cileunyi-Tanjungsari memang terdengar asing bagi masyarakat di Bandung Raya sendiri, berbeda dengan Sesar Lembang.

Berdasarkan penelitian Pusat Survei Geologi pada 2008, di bagian timur laut Cekungan Bandung ditemui adanya Sesar Cileunyi-Tanjungsari.

Baca Juga: Ancaman Gempa Sesar Lembang di Bandung Raya, Risiko dan Dampak yang Perlu Diantisipasi

Dalam penelitian tersebut, Marjiyono dan rekan peneliti lainnya menyebut Sesar Cileunyi Tanjungsari sebagai sesar yang aktif. Penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi sesar ini kemudian dilakukan tim Penyelidik Bumi Madya di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Supartoyo dkk.

Dalam hasil penelitian yang dimuat dalam Buletin Vulkanologi dan Bencana Geologi (BVBG) Volume 14, Nomor 2 Tahun 2020 tersebut dikatakan Sesar Cileunyi Tanjungsari mulai jadi perhatian publik dan para ahli kebumian sejak munculnya serangkaian guncangan tanah yang terjadi mulai 19 April 2010 hingga 10 Mei 2010.

Guncangan yang kemudian disimpulkan sebagai gempa bumi tersebut melanda Kampung Babakansirna, Tanjungsari Permai Desa Raharja, Kampung Gordah Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

"Sejak saat itu lokasi guncangan tersebut dikaitkan dengan aktivitas sesar aktif yaitu sesar Cileunyi Tanjungsari," tulis Supartoyo dalam penelitiannya seperti dikutip oleh Ayobandung.com belum lama ini (tautan berita asli klik disini).

Baca Juga: Pembersihan Material Longsor Jalur Cianjur-Puncak Sempat Terhenti Gempa Susulan

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X