Pelaku dan Korban Perundungan Siswa di SMP Baiturrahman Bandung Diberi Pendampingan

- Minggu, 20 November 2022 | 17:56 WIB
Illustrasi Bullying (Ilustrasi Pixabay/Geral)
Illustrasi Bullying (Ilustrasi Pixabay/Geral)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM-- Dinas Pendidikan Kota Bandung memastikan bakal prioritaskan korban dalam hal penanganan kasus perundungan yang terjadi SMP Plus Baiturrahman.

Sekretaris Disdik Bandung Tantan Syurya mengatakan, pihaknya prihatin kejadian pembullyan kembali terjadi di lingkungan pendidkan.

Disdik pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui UPT P2TP2A.

Baca Juga: Maraknya Kasus Bullying di Kota Bandung, Wali Kota dan Disdik Beri Perhatian Prosedur Ketat

“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Perlindungan Anak melalui UPT P2TP2A sudah koordinasi untuk korban kekerasan maupun pelaku, dan juga kami akan mendampingi terus menerus,” kata Tantan saat dikonfirmasi, Minggu, 20 November 2022.

Tantan berharap ada penyelesaian terbaik untuk korban dan pelaku perundungan.
Atas kejadian ini pun, Ia menyebut kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain bahwa penerapan Kurikulum Merdeka bisa menumbuhkan jiwa toleransi, gotong royong, dan saling menghargai.

“Sekolah itu seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi peserta didik dan sekolah wajib melindungi peserta didiknya. Jadi bagaimana caranya itu dilakukan oleh pihak sekolah,” tutur dia.

“Ada dengan CCTV dan juga bantuan dari pihak masyarakat dan di rumah juga mendidik anaknya penuhnya kedamaian dan ketenangan,” sambungnya.

Baca Juga: Orang Tua Korban Bullying di SMP Baiturrahman Kota Bandung Minta Pelaku Dapat Sanksi Tegas

Ia menjelaskan, guna mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah, pihaknya meluncurkan program ROOTS, yakni sosialisasi dan edukasi kepada kepala sekolah hingga orang tua siswa soal perundungan.

“Tim Pandawa juga ada parenting yang sudah ada tim khusus program ROOTS untuk menanggulangi kekerasan di sekolah. Dari pendidikan, kami berharap juga ada peran serta dari orang tua juga,” ucapnya.

Selain itu, Disdik juga berkomunikasi dengan kepolisian, Wali Kota Bandung, dan anggota dewan yang memberikan atensi pada kasus ini. Ia berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran dan memberikan efek jera untuk pihak sekolah.

“Pihak sekolah juga kami mohon untuk tidak terjadi seperti ini,” tuturnya.

Baca Juga: Anak SMP Plus Baiturrahman Bandung Sering Jadi Korban Bullying, Teman Sekelas Pilih Tutup Mulut

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) RI, mahfud MD menyoroti kasus perundungan atau bully di SMP baiturrahman, Kota Bandung.

Halaman:

Editor: Jinan Vania Barizky

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X