Sisi Gelap Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung: Ratusan Rumah Rusak Tanpa Tanggung Jawab

- Jumat, 18 November 2022 | 14:28 WIB
Rumah yang rusak akibat proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (Ayobandung.com/RestuNugraha)
Rumah yang rusak akibat proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (Ayobandung.com/RestuNugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Proyek ambisius Kereta Cepat Jakarta Bandung memasuki tahap akhir. Pada Rabu 16 November 2022, pamer sepur kilat dalam uji dinamis telah dilakukan.

Kegiatan ini begitu meriah. Disaksikan secara virtual oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping. Kedua pimpinan negara senyum sumringah diiringi tepuk tangan melihat testing Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Di balik meriah acara tersebut, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung menyimpan sisi gelap. Ratusan rumah warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak parah retak-retak akibat dampak peledak atau blasting tunnel 11.

Baca Juga: Apa Itu Ritual Santhara? Ajaran yang Dikaitkan dengan Tewasnya Sekeluarga di Kalideres 

Ironisnya, kejadian tersebut terjadi tahun 2019. Namun hingga 3 tahun berlalu, KCIC tak pernah bertanggung jawab. Retakan dinding rumah serta tembok jebol harus ditanggung warga sendiri.

Heru Agam, Ketua RT 04/13 Kompleks Tipar Silih Asih bercerita, getaran hebat akibat ledakan proyek terowongan KCIC terjadi selama kurun waktu 4 hari takni tanggal 24-28 September 2019. Ia mencatat ada sebanyak 8 kali ledakan yang mengakibatkan kerusakan terhadap 120 rumah dihuni 500 jiwa di Kompleks Tipar Silih Asih.

"Saya tak tau magnitudo-nya berapa. Yang jelas waktu itu, air dalam aquarium bergoyang hebat dan kaca jendela bergetar. Selama empat hari itu, tiap harinya ada 2 ledakan pada siang dan sore," kenang Heru saat ditemui, Jumat 18 November 2022.

Heru menerangkan kegiatan peledakan untuk terowongan Kereta Cepat itu tak pernah diberitahukan kepada warga. Masyarakat di Kompleks Tipar Silih Asih mengetahui kegiatan tersebut setelah merasakan getaran yang berdampak terhadap kerusakan bangunan.

Baca Juga: BMKG dan TNI AU Tabur 29 Ton Garam Selama KTT G20 di Langit Bali, Netizen: Rara Menangis!

Halaman:

Editor: Irma Joanita

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemutakhitan Data Pemilih, KPU Sebarkan Pantarlih

Jumat, 3 Februari 2023 | 20:44 WIB
X