Digitalisasi Pertanian, Kunci Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Keuangan

- Kamis, 17 November 2022 | 16:06 WIB
Pengunjung sedang melihat-lihat suasana Smart Green House Lembang Agri di Kampung Pengkolan, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).  (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)
Pengunjung sedang melihat-lihat suasana Smart Green House Lembang Agri di Kampung Pengkolan, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)

AYOBANDUNG.COM -- Smart Digital Farming bukanlah teknologi baru yang diterapkan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Beberapa kelompok tani di wilayah tersebut bahkan sudah menggunakan perangkat canggih itu sejak beberapa tahun terakhir.

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lembang Agri menjadi salah satu kelompok tani yang ikut menerapkan digitalisasi pertanian. Volume hasil panen mereka meningkat berkali-kali lipat setelah menggunakan teknologi canggih yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI) Jawa Barat (Jabar) itu.

"Alhamdulillah setelah ada Smart Green House (dengan sistem Smart Digital Farming) dari Bank Indonesia, hasil panen kami meningkat," tutur Ketua P4S lembang Agri, Dodih kepada Ayobandung.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Gaji Kuat Maruf Bisa Melebihi PNS? Kamaruddin Sebut Paling Senior hingga Pengaruhi Putri Candrawati

Dodih menuturkan, Smart Green House (GH) Lembang Agri yang terletak di Kampung Pengkolan, RT 1, RW 8, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, ditanami oleh dua komoditas tani, yaitu paprika dan cabai merah. Dalam sekali panen, Smart GH bisa menghasilkan empat kilo gram paprika per pohon dan enam kilo gram cabai merah per pohon.

Padahal jika menggunakan sistem konvensional, satu pohon paprika hanya bisa menghasilkan dua kilo gram buah sekali panen. Adapun pohon cabai merah hanya menghasilkan 300 sampai 500 gram buah per pohon.

"Peningkatan hasil panen menggunakan Smart Digital Farming bisa lebih dari dua kali lipat. Buah yang dihasilkan pun lebih mulus dan besar," ujar Dodih.

Selain itu, menurutnya, keberadaan Smart Digital Farming di kebun Lembang Agri bisa membuat pekerjaan petani lebih mudah. Melalui perangkat yang ada, aktivitas pemberian pupuk dan pengairan sudah berjalan secara otomatis dengan takaran yang tepat.

Petani pun tidak harus takut dengan ancaman cuaca ekstrem. Smart GH dalam rangkaian Smart Digital Farming mampu menyesuaikan suhu kebun sesuai kebutuhan pertumbuhan pohon. Sehingga ancaman pohon layu dan rusak akibat cuaca serta hama dapat diminimalisir sedini mungkin.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X