Dilanda Banjir, Ribuan Warga Gelarpawitan Cianjur Selatan Terisolir Terancam Kelaparan

- Rabu, 9 November 2022 | 19:34 WIB
Air deras Sungai merusak jembatan penyebrangan yang menyebabkan ribuan warga terisolir  (Ayobandung/Muhammad Ikhsan)
Air deras Sungai merusak jembatan penyebrangan yang menyebabkan ribuan warga terisolir (Ayobandung/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Diterjang banjir dan longsor, sebanyak 4700 warga Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur kini terisolir dan terancam kelaparan.

Lantaran hingga kini bantuan belum mengalir, termasuk pakaian, makanan, kebutuhan perempuan dan anak serta balita yang kondisinya mengkhawatirkan.

Bahkan terancam kelaparan, sebab hingga kini persediaan makanan seadanya mulai menipis.

Baca Juga: Jakarta Kebanjiran: 'Kutukan Wilayah Banjir atau Pemerintah DKI yang Tidak Mampu Mengatasi?'

Kepala Desa Gelarpawitan, Heri Kuswanto membenarkan ada warganya kini terisolir akibat dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

Akses jalan menuju desanya, kata Heri, terputus setelah jembatan penghubung antar desa menuju ibu kota kecamatan hanyut diterjang banjir akibat meluapnya air sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah itu.

"Semua aktivitas warga lumpuh, baik itu keseharian sosial, pendidikan dan ekonomi warga lumpuh," kata Heri pada wartawan, Rabu 9 Nopember 2022.

Semenjak wilayahnya dilanda bencana banjir dan tanah longsor, warganya kini bertahan dengan memanfaatkan ketersediaan bahan pangan yang ada.

Baca Juga: Duka Cianjur Selatan Dihantam Bencana, Banjir Hancurkan Rumah, Sawah, dan Jembatan

"Kalau bantuan tidak kunjung datang, ribuan warga saya bisa kelaparan. Karena persediaan pangan mulai menepis, jika harus memaksakan untuk menyeberangi sungai kondisinya tidak memungkinkan karena debit air masih cukup besar sehingga berbahaya jika dilintasi," ucapnya.

Disebutkan Heri, dari delapan ke RW an yang ada di desanya, sebanyak lima ke RW an terdampak bencana banjir dan longsor.

"Lima ke RW an yang terdampak di antaranya RW 2,3,4,5, dan 6. Sebanyak 14 rumah warga rusak dan penghuninya sementara diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Belasan hektar sawah siap panen rusak diterjang banjir, selain itu fasilitas umum, seperti jembatan, masjid dan sekolah juga terdampak," jelasnya.

Heri meminta segera adanya bantuan sandang dan pangan bagi ribuan warga yang terdampak, karena terdapat puluhan anak usia batita dan balita.

Baca Juga: Sedimentasi Penyebab Utama Pasar Barukai KBB Langganan Banjir, Ketebalan Lumpur Capai 1 Meter

Halaman:

Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X