Longsor Timbun Ratusan Meter Lahan Pertanian di Gununghalu KBB

- Senin, 7 November 2022 | 14:00 WIB
Longsor Timbun Ratusan Meter Lahan Pertanian di Gununghalu KBB (Ayobandung.com/RestuNugraha)
Longsor Timbun Ratusan Meter Lahan Pertanian di Gununghalu KBB (Ayobandung.com/RestuNugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Bencana longsor menimbun ratusan meter lahan pertanian dan perikanan milik warga di Kampung Hergarmanah, RT 2 RW 27, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tebing setinggi 40 meter dengan panjang 30 meter ambrol menutup lahan sawah yang baru saja ditanami padi. Selain sawah, longsor juga ikut menutup kolam ikan milik warga. Sehingga, puluhan kilogram ikan gagal diselamatkan.

"Lahan sawah yang tertutup ada sekitar 200 meter persegi, sedangkan kolam ikan berisi 25 kilogram ikan nila dan emas. Semuanya habis diterjang longsor," kata salah seorang warga pemilik sawah terdampak longsor, Ma'Mun Samsudin, 62 tahun, Senin 7 November 2022.

Baca Juga: Pendaftaran Dibuka hingga 18 November 2022, Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Hanya Berlaku bagi Pelamar Ini

Ma'Mun menjelaskan longsor terjadi usai hujan deras dengan waktu cukup panjang, pada beberapa pekan terakhir. Puncaknya terjadi, tanggal 28 Oktober 2022 sekitar pukul 16.00 WIB. Derasnya hujan mengakibatkan kondisi tanah di tebung itu menjadi labil dan mudah terbawa air.

"Waktu itu hujan gak berhenti seharian. Pas saya lihat ke sini sore-sore tanah sudah habis menutup sawah dan kolam," jelas Ma'Mun.

Ia khawatir longsor ikut menerjang bangunan rumah di lokasi. Pasalnya letak tebing longsor berdekatan dengan dua rumah warga. Tiap hujan turun dirinya kerap was-was adaya longsor susulan mengingat posisi rumah berada di puncak tebing.

"Khawatir juga ada longsor susulan. Jadi kalau hujan selalu waspada liat ke luar ada tanda-tanda retakan atau tidak," paparnya.

Longsor Timbun Ratusan Meter Lahan Pertanian di Gununghalu KBB (Ayobandung.com/RestuNugraha)

Baca Juga: Balai Kota Bandung Terbakar Hangus, Ini Dugaan Penyebab Kebakaran

Sebelumnya, Pemda KBB siap menaikan status siaga darurat bencana menghadapi musim penghujan. Dana sebesar Rp15 miliar dari pos belanja tak terduga (BTT) telah disiapkan untuk mendukung status siaga darurat bencana.

Rencananya, status Siaga darurat bencana akibat cuaca ekstrem atau hidrometeorologi akan diterapkan mulai Oktober 2022 hingga April 2023. Penetapan status ini tinggal menunggu persetujuan Plt Bupati Bandung Barat.

"Rencananya kita naikan status Siaga darurat mulai Oktober 2022 hingga April 2023. Sekarang masih proses SK dari Bupati," kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo, beberapa waktu lalu. ***

Editor: Irma Joanita

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X