Target Vaksinasi Jabar Meningkat Pasca Indonesia Produksi Vaksin Indovac

- Senin, 24 Oktober 2022 | 16:12 WIB
Target vaksinasi di Jabar akan meningkat usai diproduksinya vaksin Indovac. 40 juta warga Jawa Barat diproyeksikan mendapat suntikan vaksin. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Target vaksinasi di Jabar akan meningkat usai diproduksinya vaksin Indovac. 40 juta warga Jawa Barat diproyeksikan mendapat suntikan vaksin. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi mengatakan, target vaksinasi di Jabar akan meningkat. Sebanyak 40 juta masyarakat Jawa Barat diproyeksikan mendapat suntikan vaksin.

Menurut Dedi, wacana itu muncul setelah Indonesia telah mampu memproduksi vaksin Covid-19 dalam negeri bernama Indovac.

"Kemenkes awalnya hanya menargetkan 70 persen warga Jabar, setelah ada Indovac untuk menimbulkan herdimunity ternyata target itu dinaikkan lagi oleh kementerian kesehatan," kata Dedi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 24 Oktober 2022.

Baca Juga: Stok Vaksin Covid-19 Kota Bandung Habis, Dinkes Tutup Sementara Layanan Vaksinasi

Dedi mengungkapakan, sebelum ada Indovac, Jawa Barat menargetkan 37 juta warganya mendapatkan suntikan vaksin. Dengan hadirnya Indovac, angka target vaksinasi bertambah menjadi 40 juta.

"Jadi artinya yang dulu yang dulu target kita 37 koma sekian juta yang harus divaksin ini sudah menjadi kurang lebih 40 juta lebih yang harus dikasihnya (vaksin). jadi itu," ungkap Dedi.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sendiri mencatat, penduduk Jabar pada 2021 ada sebanyak 48.220.094 jiwa. Dengan target vaksinasi 40 juta, artinya jumlah ini hampir menyasar seluruh warga Jabar.

Meski begitu, Dedi mengatakan, Jabar masih belum mendapatkan alokasi dosis vaksin Indovac.

Baca Juga: Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak Meningkat, Ada Hubungan dengan Vaksin Covid-19? Ini Jawaban Kemenkes!

"Hari ini memang vaksin itu masih kosong, masih menunggu drop dari Kemenkes, jika ada drop vaksin itu pasti akan kita gunakan," ucapnya.

Disinggung soal kondisi dosis vaksin yang ada di Jabar, Dedi mengungkapkan, saat ini stok vaksin masih aman. Hanya saja, untuk vaksin Indovac masih menunggu alokasi dan belum ada di gudang penyimpanan.

"Insyaallah aman, bahkan petugas vaksinator juga kita relatif aman dan setiap hari kan cakupan vaksin kita paling tinggi, walaupun kalau dikali presentase pasti masih rendah karena jumlah penduduknya juga banyak," jelas Dedi.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jawa Barat mengatakan bahwa belum ada alokasi dan distribusi vaksin Indovac ke Jawa Barat. Sejauh ini, Kemenkes masih harus melengkapi berkas administrasi sebelum melakukan pendistribusian.

Baca Juga: Jabar Belum Dapat Jatah Vaksin Indovac, Ini Penjelasan Dinkes

Halaman:

Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X