Ahli Linguistik Forensik Sebut Konten Doni Salmanan Bernada Mengajak dan Menyebar Berita Bohong

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 15:40 WIB
Ahli Linguistik Forensik Sebut Konten Doni Salmanan Bernada Mengajak dan Menyebar Berita Bohong (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Ahli Linguistik Forensik Sebut Konten Doni Salmanan Bernada Mengajak dan Menyebar Berita Bohong (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM - - Ahli linguistik forensik Pascasarjana UPI, Andika Duta Bahari, menyebut konten video Doni Salmanan bernada mengajak dan bisa disebut menyebar berita bohong.

Hal tersebut dikatakan Andika yang merupakan seorang ahli linguistik forensik dalam sidang lanjutan Doni Salmanan di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kamis 6 Oktober 2022. Salah satu yang dituduhkan kepada crazy rich asal Kabupaten Bandung tersebut adalah berita bohong.

Sala satu yang dibedah dalam sidang Doni Salmanan adalah konten dugaan berita bohong mernurut ahli linguistik forensik. Seperti perkataan dalam sebuah konten Doni Salmanan yang berkata 'Jadi sebenarnya give away sangat enak jika join VIP, akan mendapat analisa. Khusus trader tidak akan rugi. Rata-rata mendapat profit konsisten dari awal'.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Bandung Raya, Ada Fenomena Madden Jullian Oscillation

"Konten ini diawali dengan kata sebenarnya. Perspektif ilmu bahasa, kata sebenarnya itu sebagai penegas. Kalau anak muda bandung sekarang bilangnya aslina," ujar Andika.

Menurutnya, kalimat utuh dari konten tersebut, bernada mempengaruhi agar masyarakat bisa masuk dan bergabung menjadi trader, hal ini dibuktikan dengan kata awal give away.

"Ada kalimat mengiming-imingi. Betul tidak secara emplisif mengatakan ayo ikut trading. Tapi ketika mengatakan apa yang didapatkannya seperti mobil mewah, rumah mewah didapatkan dari hasil trading, artinya sedang mempengaruhi orang untuk mengikuti jalan yang sama dan bisa mencapai kualifikasi seperti dirinya," terangnya.

Dalam konten tersebut juga ada kalimat janji yang dikemas dengan kata 'jadi sebenarnya'. Menurut Andika, kata tersebut merupakan penda sebuah janji, jika tidak sesuai dengan kenyataan, maka kalimat dalam salah konten youtube Doni Salmanan tersebut bisa dikatakan sebagai berita bohong.

Baca Juga: Keroyok dan Tusuk Pria di Kota Bandung, Satu Debt Colector Dibekuk Polisi

Halaman:

Editor: Jinan Vania Barizky

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X