Perajin Tahu Cibuntu Keluhkan Harga Kedelai Naik, Disdagin Kota Bandung Beberkan Penyebabnya

- Senin, 3 Oktober 2022 | 16:18 WIB
Produsen tahu keluhkan kenaikan harga kedelai | Perajin tahu di sentra industri Cibuntu, Kota Bandung mengeluhkan harga kedelai naik dalam beberapa waktu ini.  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Produsen tahu keluhkan kenaikan harga kedelai | Perajin tahu di sentra industri Cibuntu, Kota Bandung mengeluhkan harga kedelai naik dalam beberapa waktu ini. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Perajin tahu di sentra industri Cibuntu, Kota Bandung, mengeluhkan harga kedelai naik. Kenaikan harga bahan pokok pembuatan tahu itu merangkak naik dalam beberapa waktu ini. Kenaikan harga BBM subsidi pun turut memperpuruk harga kedelai yang semakin tinggi.

"Kondisinya (harga kedelai naik) sekarang mau sampai ke Rp13.000 per kilogram, Rp12 ribu lebih sejak sebelum BBM naik, sekarang harga BBM naik tambah parah," ujar salah seorang perajin tahu Cibuntu Dindin, Senin, 3 Oktober 2022.

Dindin menuturkan kondisi diperparah dengan daya beli masyarakat yang berkurang akibat kenaikan harga BBM. Demi meminimalisasi kerugian akibat harga kedelai naik, Dindin mengaku terpaksa mengurangi produksi tahu.

"Sekarang mah produksi saya sekarang gak terlalu banyak akan ke buang sayang apalagi bahan-bahan mahal. Lebih baik mengurangi produksi dari pada saya banyak susah," ucapnya.

Baca Juga: Kedelai Masih Mahal, Harga Tahu dan Tempe di Cimahi Naik

Biasanya, dalam sehari Dindin biasa memproduksi 5 ton kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu. Namun, kata dia, saat ini dilakukan pengurangan hingga 50 persen dan hanya memproduksi sebanyak 3 ton kacang kedelai.

Dindin menyebutkan, harga kedelai naik saat ini tidak terkendali termasuk diikuti kenaikan harga kantong plastik, kunyit, garam dan lainnya. Ia berharap pihaknya melalui payuguban perajin tahu dapat bertemu dinas terkait untuk membahas masalah tersebut.

"Ya kalau dari paguyuban pengen ketemu sama dinas terkait. Maunya ada komunikasi gimana jalan keluar dan solusinya," paparnya.

Baca Juga: Tampik Isu Ribuan Karyawan PT. Masterindo Jaya Abadi Alami PHK, Ini Penjelasan Perusahaan

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X