Ketika Mahasiswa dari Luar Pulau Jawa Belajar Tentang Tangga Budaya di Desa Wisata Cinunuk

- Senin, 3 Oktober 2022 | 11:38 WIB
Mahasiswa luar pulau Jawa belajar tentang tangga budaya Sunda di Desa Wisata Cinunuk untuk menyatukan beberaapa seni yang lahir di sana (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Mahasiswa luar pulau Jawa belajar tentang tangga budaya Sunda di Desa Wisata Cinunuk untuk menyatukan beberaapa seni yang lahir di sana (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 17 orang mahasiswa dari Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Riau, Padang, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Papua, mempelajari sejumlah seni dan budaya Sunda di Desa Wisata Seni dan Budaya Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Seni budaya yang akan diprekenalkan kepada 17 orang mahasiswa tersebut adalah seni dan budaya yang memang lahir di Desa Cinunuk dan saat ini masuk dalam program Tangga Budaya Desa Cinunuk

Aipda Heri Maryadi, Binmas Desa Cinunuk selaku Founder Tah Ieu Budaya dan Pembina Pemuda Kolaborasi Desa Cinunuk yang aktif mempromosikan Tangga Budaya menjelaskan, Tangga Budaya Desa Cinunuk merupakan program menyatukan beberapa seni budaya Sunda yang lahir di desa Cinunuk.

Baca Juga: Menumbuhkan Budaya Positif melalui Ekskul Jurnalistik dan Sastra

Dibuat seperti tangga karena masing-masing seni budaya seperti Silat Buhun, Benjang Gulat, Reak dan Wayang Purwa, lahir di tempat yang berbeda ketinggiannya meski masih dalam satu desa.

"Desa Cinunuk ini melahirkan banyak sekali seni budaya yang berkembang. Tempatnya sendiri-sendiri dan lokasi perkembangan budayanya tidak sama seperti contoh di RW 7 Kampung Cijambe ada Silat Buhun, naik sedikit ke atas (lokasinya) ada Reak atau Dogdog, naik lagi ke atas sedikit tempat lahirnya komunitas Benjang di Cibolerang, naik lagi ada lokasi pedalangan, Wayang Purwa," tuturnya.

Selain seni dan budaya dalam Tangga Budaya Desa Cinunuk, hari ini, Sabtu (1/10/2022), 17 mahasiswa yang mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini juga mempelajari adat, tata cara dan budaya ngeuyeuk seureuh yang sarat makna dalam ritual perkawinan masyarakat Sunda.

Baca Juga: Dirumahkan Tanpa Kejelasan, Ratusan Satpol PP KBB Konvoi Keliling Kantor Pemda

"Kita akan jelaskan bagaimana ngeuyeuk seureuh itu seperti apa, filosofinya sepert apa, kenapa dalam pernikahan Sunda harus nincak endog (injak telur) menginjak bambu, dijelaskan nanti filosofinya," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X