Sawer dan Pamer Kekayaan Doni Salmanan Bisa Diduga Pencucian Uang

- Kamis, 29 September 2022 | 15:23 WIB
Saksi ahli TPPU yang dihadirkan dalam sidang Doni Salamanan, menyebut perilaku sawer dan menunjukan kemewahan bisa diduga pencucian uang. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Saksi ahli TPPU yang dihadirkan dalam sidang Doni Salamanan, menyebut perilaku sawer dan menunjukan kemewahan bisa diduga pencucian uang. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Saksi ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ardian A., yang dihadirkan dalam sidang Doni Salamanan, menyebut perilaku sawer dan menunjukan kemewahan bisa diduga sebagai pencucian uang.

Menurut Ardian, nyawer atau memperlihatkan kekayaan kepada umum biasanya dilakukan untuk membangun kesan sukses.

"Melakukan flexing biasanya dilakukan supaya orang tertarik untuk menjadi pengikutnya," papar Ardian dalam sidang lanjutan Doni Salmanan di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kamis 29 September 2022.

Biasanya, kata Ardian, flexing atau pamer kekayaan dilakukan oleh seseorang yang menjadi pelaku investasi bodong.

Baca Juga: Masyarakat Tidak Perlu Datang ke Kantor Polisi, Begini Cara Membuat Surat Kehilangan Online di Bandung

"Kalau flexing dilakukan untuk menambahkan member banyak, mungkin dapat diduga sebagai TPPU," katanya.

Namun uang pembelian barang mewah bukan didapat dari hasil kejahatan, hal tersebut tidak menjadi masalah atau tidak dikategorikan sebagai TPPU.

Salah satu yang menjadi dakwaan Doni Salmanan adalah TPPU. Dia juga sering pamer kekayaan, baik itu membeli kendaraan mewah, sawer dan hal lainnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Doni Salmanan Klaim Keterangan Saksi Ahli Menguntungkan Kliennya

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hore, UMK Kabupaten Bandung 2023 Naik 10 Persen

Kamis, 1 Desember 2022 | 17:27 WIB

Musim Hujan, Kabupaten Bandung Siaga Darurat Bencana

Senin, 28 November 2022 | 17:59 WIB

Bupati Bandung Klaim Tidak Ada PHK Massal Selama 2022

Kamis, 17 November 2022 | 17:10 WIB

19,5 Ton Kopi Kabupaten Bandung Diekspor Ke Prancis

Kamis, 17 November 2022 | 16:33 WIB
X