Mengenang 40 Hari Berpulangnya Mukti Mukti: Lukisan Itu Menggambarkan Inspirasi

- Sabtu, 24 September 2022 | 20:49 WIB
Genap 40 hari musisi bernama Hidayat Mukti bin Kayat Suseta atau yang populer disapa Mukti Mukti meninggal dunia di usia 55 tahun. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Genap 40 hari musisi bernama Hidayat Mukti bin Kayat Suseta atau yang populer disapa Mukti Mukti meninggal dunia di usia 55 tahun. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Genap 40 hari musisi bernama Hidayat Mukti bin Kayat Suseta atau yang populer disapa Mukti Mukti meninggal dunia di usianya yang menginjak 55 tahun.

Untuk mengenang kepulangannya, ratusan orang keluar masuk Gedung Indonesia Merdeka (GIM) di Kota Bandung untuk menghadiri acara mengenang 40 hari berpulangnya musisi pencipta lagu 'Menitip Mati' yang populer pada tahun 1990-an tersebut.

Mereka yang hadir di acara bertajuk Indonesia, Petani dan Mukti itu berasal dari berbagai elemen masyarakat. Dimulai dari seniman, musisi, tokoh budayawan hingga kerabat dekat turut menghadiri acara tersebut.

Acara itu dimulai dengan do'a bersama yang dilanjutkan dengan rangkaian acara lainnya sejak pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Setelah do'a bersama, acara lain seperti pameran, theater, musik, pembacaan puisi hingga live painting menghiasi acara tersebut.

Baca Juga: Kritik Kinerja Pemkot, Ratusan Mahasiswa Gabungan Geruduk Balai Kota Bandung

Salah satu pelukis sekaligus kerabat Mukti Mukti, E.S Edos, pun tampak menjadi bagian dari acara tersebut. Dengan mahir ia mengayunkan kuas pada media acrylic di atas kanvas untuk melukis potret Mukti Mukti.

Di sela melakukan aksi live painting, E.S Edos mengenang Mukti Mukti merupakan sosok kerabat yang memiliki energi kuat. Di tengah ayunan kuasnya, ia bercerita mengenai sosok musisi yang ia kenal sejak era reformasi dulu.

"Mukti Mukti adalah sahabat yang baik, saya teman yang selalu menemani beliau di Pergerakan Rakyat Indonesia. Kita sering diskusi sering berbicara tentang seni lukis, musik juga macam-macam seperti tentang rakyat dan petani," ujar E.S Edos di Gedung Indonesia Menggugat, Sabtu, 24 September 2022.

Baca Juga: Hari Tani 2022, Tonggak Kebangkitan Petani Kopi Bandung Barat

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X