Hari Tani 2022, Tonggak Kebangkitan Petani Kopi Bandung Barat

- Sabtu, 24 September 2022 | 20:26 WIB
Hari Tani Nasional yang diperingati pada 24 September 2022 menjadi momen spesial bagi petani kopi di KBB sebagai tonggak kebangkitan.  (Ayobandung.com/Restu Nugraha  )
Hari Tani Nasional yang diperingati pada 24 September 2022 menjadi momen spesial bagi petani kopi di KBB sebagai tonggak kebangkitan. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Hari Tani Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 September, kali ini, menjadi momen spesial bagi petani kopi di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bagaimana tidak, sehari sebelum peringatan nasional ini digelar, petani dari pedalaman Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, berhasil menoreh capain besar dengan ekspor mandiri 9,1 ton kopi arabika specialty ke tiga benua sekaligus: Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.

"Alhamdulillah ini 9,1 ton ini kalau konversikan nilai ekspornya sekitar Rp1,6 miliar. Negara tujuan Boston, Chicago, Florida, Belanda, Turki, Bahrain, dan Saudi Arabia," kata salah seorang petani kopi Desa Mekarwangi, Rani Mayasari, di sela pelepasan ekspor kopi di Padalarang, Bandung Barat, Jumat, 23 September 2022. 

Hari Tani Nasional yang diperingati pada 24 September 2022 menjadi momen spesial bagi petani kopi di KBB sebagai tonggak kebangkitan. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )

Baca Juga: Bulog Penuhi Stok Beras di Pasar, Penyaluran Operasi Pasar Tembus 650 Ribu Ton

Capaian paling membanggakan sekaligus jadi tonggak kebangkitan petani kopi Bandung Barat tentu saja bukan soal hasil bumi mereka tembus ke pasar internasional lalu brand "Java Halu Coffe" dikenal warga dunia. 

Puncak capain terbesar petani kopi Bandung Barat justru terletak pada semangat kemandirian. Merka ekspor tanpa pelantara, menanam, memanen, mengolah, hingga memasarkan kopi sendiri. 

Dalam perjalanannya petani kopi ini dituntut tak cuma belajar bercocok tanam. Mereka menekuni cara menggaet pembeli, berlatih bahasa, mempelajari regulasi ekspor tiap negara, membuat legalitas, hingga hal-hal remeh seperti karung kemasan kopi.

Baca Juga: Ratusan Perantau Minangkabau Berkumpul di Giriharja

"Ekspor mandiri ini tidak mudah, mulai dari bahasa, regulasi tiap negara hingga jenis karung yang dipakai mesti kita pikirkan," papar  Rani.

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Update Gempa Cianjur : Korban Jiwa Bertambah

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:53 WIB

Hore, UMK Kabupaten Bandung 2023 Naik 10 Persen

Kamis, 1 Desember 2022 | 17:27 WIB
X