Diduga akibat Harga Anjlok, Petani Rancabali Rusak Sayuran

- Minggu, 18 September 2022 | 19:23 WIB
Diduga akibat harga anjlok, petani di Rancabali, Kabupaten Bandung, merusak sayuran yang ditanamnya. Aksi mereka viral di media sosial. (Facebook/Agung R)
Diduga akibat harga anjlok, petani di Rancabali, Kabupaten Bandung, merusak sayuran yang ditanamnya. Aksi mereka viral di media sosial. (Facebook/Agung R)

RANCABALI ,AYOBANDUNG.COM -- Diduga akibat harga anjlok, petani di Rancabali, Kabupaten Bandung, merusak sayuran yang ditanamnya.

Aksi perusakan sayuran oleh petani di Rancabali tersebut terekam dalam video di sosial media.

Dalam video pertama, tampak seorang petani membabat sayuran di sebuah ladang menggunakan sebilah parang. Tidak hanya itu, dia juga menendang sayuran di ladangnya.

Sementara dalam video lainnya, seorang petani juga membabat bawang daun di sebuah ladang.

Agung Rizky Yuda, pengunggah video petani merusak sayuran, mengatakan aksi tersebut dilakukan oleh petani di Rancabali, Kabupaten Bandung karena merasa kecewa dengan harga yang anjlok dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: 6 Fakta Prof Azyumardi Azra, Ilmuwan Pertama Indonesia yang Diberi Gelar ‘Sir’ oleh Kerajaan Inggris

"Saya juga petani. Video itu kiriman dari teman. Memang sekarang harga sedang anjlok, semua sayuran pecay, kubis, bawang daun lagi pada turun harganya," ujar Agung, Minggu 18 September 2022.

Dia mencontohkan, pecay yang harga normalnya berkisar Rp2.500-Rp3.000/kg saat ini hanya dibeli seharga Rp200/kg oleh bandar. Itu pun harga pinggir jalan, artinya petani dibebankan dengan biaya upah kuli panggul dan kuli panen.

"Kalau dijual, untuk upah kuli saja tidak mencukupi," ucapnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X