Dinkes Jabar: Warga Sumedang Terinfeksi Cacar Biasa, Bukan Monkeypox

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 13:23 WIB
Dinkes) Jawa Barat (Jabar) memastikan bahwa warga Sumedang yang diduga terinfeksi monkeypox atau cacar monyet, hanya menderita cacar biasa (Ayobandung.com/Aris Abdulsalam)
Dinkes) Jawa Barat (Jabar) memastikan bahwa warga Sumedang yang diduga terinfeksi monkeypox atau cacar monyet, hanya menderita cacar biasa (Ayobandung.com/Aris Abdulsalam)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) memastikan bahwa warga Sumedang yang diduga terinfeksi monkeypox atau cacar monyet, hanya menderita cacar biasa.

Pria asal Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang itu sebelumnya diduga mengalami cacar monyet usai gejalanya mirip dengan monkeypox. Pria ini mengalami gejala tersebut sepulang dari Jakarta ke kampung halamannya.

"Sampai saat ini, belum ada suspek monkeyfox di Jabar karena contohnya kemarin yang ramai dibicarakan di Sumedang, itu oleh klinisi di RSUD Sumedang pun itu tidak ada," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jabar, Ryan Bayusantika Rusnandi ketika dikonfirmasi, Kamis, 25 Agustus 2022.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa KTP Bandung Terinfeksi HIV AIDS, Kenali Gejala dan Faktor Penyebabnya!

Ryan menegaskan, pria tersebut selain dipastikan tidak menderita cacar monyet, tapi dari segi gejalanya klinisnya pun tidak menyerupai monkeypox.

"Jadi karena memang klinisnya tidak benar, jadi ini lebih ke cacar biasa atau penyakit lain dengan infeksi bakteri, dan tidak ada pembesaran kelenjar getah bening yang merupakan gejala khas dari cacar monyet," ungkapnya.

Ryan menyebut, gejala cacar monyet memiliki ciri khasnya tersendiri. Ciri tersebut bisa dilihat dari adanya ruam besar di wilayah muka, lalu telapak tangan, dan kaki, kemudian ada pembesaran kelenjar getah bening seperti di leher.

Baca Juga: Belum Ada Suspek Cacar Monyet di Jabar, Warga Harap Disiplin Prokes 3M

Guna meminimalisir penularan cacar monyet, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari kontak erat dari kulit ke kulit dan juga dari kulit ke media, seperti pakaian, sprai, handuk.

Halaman:

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X