Tambang Kapur di Pegunungan Sanghyang Bandung Barat Ancam Sumber Air Warga

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:57 WIB
Warga mengecek debit mata air Cisaladah di Perbukitan Sanghyang tepatnya di Blok Leuweng Hideung, Kamis, 18 Agustus 2022. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Warga mengecek debit mata air Cisaladah di Perbukitan Sanghyang tepatnya di Blok Leuweng Hideung, Kamis, 18 Agustus 2022. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Aktivitas tambang batu kapur di Pegunungan Sanghyang, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengancam keberadaan beberapa sumber air yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari serta sektor pertanian.

Warga menilai masifnya tambang di perbukitan Gunung Sanghyang meliputi Leuweng Hideung, Gunung Guha, Gunung Balukbuk, serta Pasir Batununggal membuat mata air dan debit sungai dari tahun ke tahun terus menurun.

Padahal mata air dan sungai yang berhulu di Gunung Sanghyang ini dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum serta sektor pertanian oleh ratusan warga di Desa Cipatat dan Desa Ciptaharja.

Baca Juga: Gunung Sanghyang KBB: Rumah Flora-Fauna, Gentong Air, dan Tempat Pelarian dari Gurkha

"Memang tiap tahun debit air sungai dan mata air terus merosot. Saya tidak bisa banyangkan bagaimana 10 tahun ke depan kondisinya, kalau tambang terus masif di puncak gunung," kata Jeje (50) salah seorang petani di Kampung Sirnagalih, Desa Ciptaharja, Kamis 18 Agustus 2022.

Gunung Sanghyang dan Leuweung Hideung merupakan hulu 5 mata air besar yakni mata air Cipaneguh, mata air Pasir Sepat, mata air Cisaladah, mata air Ciketung, dan mata air Cijawer.

Mata air itu dipakai untuk kebutuhan minum dan pertanian di kampung Pojok, Kampung Cijuhung, Kampung Sirnagalih, Kampung Cibarengkok, Kampung Lapingsari, dan Kampung Gunung Batu, Desa Ciptaharja, serta sebagian warga Desa Cipatat.

Baca Juga: Walhi Sayangkan Aktivitas Tambang di KBAK Citatah Gunung Sanghyang KBB

"Lihat saja sungai-sungai dari mata air ini sekarang kecil sekali. Sawah yang semula normal penen, kini jadi tadah hujan," kata Jeje.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

17 Rumah di Parongpong KBB Terendam Banjir Bandang

Rabu, 5 Oktober 2022 | 15:58 WIB

289 Orang Daftar Anggota Panwascam di Bandung Barat

Jumat, 30 September 2022 | 17:10 WIB
X