Proyek TPST yang Ditolak Warga Bandung Barat Ternyata Didanai Bank Dunia Rp20 M

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:01 WIB
Proyek TPST yang ditolak warga Kampung Cikupa, Ngamprah, KBB ternyata merupakan salah satu proyek nasional yang didanai Bank Dunia. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )
Proyek TPST yang ditolak warga Kampung Cikupa, Ngamprah, KBB ternyata merupakan salah satu proyek nasional yang didanai Bank Dunia. (Ayobandung.com/Restu Nugraha )

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ditolak warga Kampung Cikupa RW 15, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ternyata merupakan salah satu proyek nasional yang didanai Bank Dunia (word bank).

Proyek tersebut merupakan bagian dari program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities atau disingkat ISWMP.  Program ini digagas untuk peningkatan pengelolaan sampah di kota metropolitan dan skala regional, serta DAS Citarum. 

Di tingkat pusat, ISWMP berada dibawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomemanves). Di Jawa Barat, proyek ini dilaksanakan di 8 kabupaten/kota salah satunya di Bandung Barat berupa TPST di Kecamatan Ngamprah dengan anggaran Rp20 miliar. 

Baca Juga: Tinjau Lokasi TPST di KBB, Rombongan Dewan Disambut Spanduk Penolakan

"Proyek TPST ini didanai bank dunia sebesar 20 miliar. Targetnya harus tuntas tahun Oktober 2022. Tahun ini harapnya selesai," kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Bandung Barat, Didit Lidia, Kamis, 11 Agustus 2022.

Didit menerangkan adanya penolakan dari warga terkait proyek itu disebabkan kurang faham perbedaan antara TPST dan TPA. Warga masih mengira proyek tersebut adalah tempat pembuangan sampah akhir seperti di kawasan Sarimukti yang bakal berdampak negatif terhadap lingkungan. Padahal, TPST justru menjadi solusi masalah tersebut.  

"Image TPST di masyarakat disamakan dengan TPA Sarimukti yakni kumuh dan bau, berdampak terhadap polusi udara dan air. Padahal ini jelas konsep berbeda. TPST ini tempat pengelolaan sampah terpadu. Artinya sampah ini tidak akan menimbulkan dampak negatif seperti TPA," terang Didit. 

Baca Juga: Tiga RW di Cilame Bandung Barat Tegas Tolak Pembangunan TPST Cikupa

"ISWMP ini menjanjikan konsep one day one service. Jadi tidak akan ada sampah tersisa keesokan harinya karena harus diolah dan kelola pada hari itu. Tapi karena pemahaman masyarakat belum sampai ke sana. Jadi masyarakat melakukan penolakan berupa spanduk dan surat pernyataan," tambahnya. 

Didit menerangkan aspirasi dari warga telah ditampung langsung baik oleh pemerintah daerah dan DPRD. Nantinya aspirasi tersebut bakal disampaikan ke ISWMP. 

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Terjang Kota Cimahi, Arus Lalu Lintas Macet

Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:39 WIB

Driver Ojol Menceburkan Diri ke Sungai Citarum

Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:22 WIB

Diguyur Hujan Lebat, Gedung Sate Banjir

Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:46 WIB

Diintimidasi, Petani Penggarap di Cianjur Melawan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:29 WIB
X