Masuk 5 Besar Terburuk Dunia, Pola Asupan Anak jadi Penyebab Stunting di Indonesia

- Senin, 8 Agustus 2022 | 17:59 WIB
Ilustrasi pencegahan bayi stunting di posyandu | Angka Stunting Indonesia masuk dalam 5 besar dunia, pola asupan anak menjadi salah satu penyebab tingginya angka gagal tumbuh pada anak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi pencegahan bayi stunting di posyandu | Angka Stunting Indonesia masuk dalam 5 besar dunia, pola asupan anak menjadi salah satu penyebab tingginya angka gagal tumbuh pada anak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

PASIRJAMBU, AYOBANDUNG.COM -- Angka stunting Indonesia masuk dalam 5 besar dunia, pola asupan anak menjadi salah satu penyebab tingginya angka gagal tumbuh pada anak tesebut.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetyani Heryawan, mengatakan saat ini angka stunting Indonesia berada dikisaran 24 persen yang membuatnya menduduki peringkat 5 besar terburuk di dunia.

"Ini harus menjadi perhatian, karena Indonesia masuk 5 besar dunia dengan jumlah anak stunting yang tinggi. Stunting ini bukan hanya gagal tumbuh, namun juga memengaruhi tingkat intelektual anak ketika sudah tumbuh dewasa," ujar Netty saat Sosialisasi Germas pencegahan Stunting dan Covid-19 di Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Senin 7 Agustus 2022.

Ada sejumlah penyebab stunting, menurut Netty, baik itu masalah kesehatan lingkungan juga pola asupan saat usia tumbuh anak.

Netty mengatakan, pengetahuan masyarakat juga kebiasaan orang tua terdahulu berbanding lurus dengan pola asupan pada anak yang menjadi salah satu penyebab stunting.

Di Indonesia saat ini masih banyak orang yang tidak memperhatikan asupan gizi pada anak yang dilakukan secara turun temurun.

Baca Juga: Data Kasus Stunting di Kota Bandung Turun Jadi 7,59 Persen di 2022

"Mungkin orang tua dahulu, biasa memberi makan anak hanya dengan nasi ditambah mie instan, kerupuk dan bala-bala. Ini dilakukan berulang kepada anaknya, padahal tidak memenuhi kebutuhan gizi anak," paparnya.

Padahal, Indonesia merupakan negara subur yang banyak memproduksi makanan bergizi sebagai sumber gizi, baik sayur-mayur, protein maupun karbohidrat. Seharusnya dengan kesuburan tersebut, tidak ada anak yang stunting karena kekurangan gizi.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hore, UMK Kabupaten Bandung 2023 Naik 10 Persen

Kamis, 1 Desember 2022 | 17:27 WIB

Musim Hujan, Kabupaten Bandung Siaga Darurat Bencana

Senin, 28 November 2022 | 17:59 WIB

Bupati Bandung Klaim Tidak Ada PHK Massal Selama 2022

Kamis, 17 November 2022 | 17:10 WIB

19,5 Ton Kopi Kabupaten Bandung Diekspor Ke Prancis

Kamis, 17 November 2022 | 16:33 WIB
X