Sekolah di KBB Disegel Ahli Waris, Orang Tua Siswa Kecewa Anaknya Tak Bisa Belajar

- Senin, 8 Agustus 2022 | 16:36 WIB
Aksi penyegelan sekolah dasar negeri (SDN) Bunisari di Kabupaten Bandung Barat (KBB) oleh ahli waris, membuat orang tua siswa kecewa. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Aksi penyegelan sekolah dasar negeri (SDN) Bunisari di Kabupaten Bandung Barat (KBB) oleh ahli waris, membuat orang tua siswa kecewa. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM - Aksi penyegelan sekolah dasar negeri (SDN) Bunisari di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) oleh ahli waris, pada Senin 8 Agustus 2022, membuat orang tua siswa kecewa.

Pasalnya, akibat penyegelan tersebut, ratusan anak didik tak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kekecewaan orang tua siswa bukan saja ditunjukkan kepada ahli waris yang semena-mena menyegel gerbang sekolah. Tapi juga kepada pemerintah daerah dinilai lambat menyelesaikan persoalan aset.

"Jelas kecewa sama yang mengaku pemilik tanah ini harusnya ada konfirmasi dulu kepada pihak sekolah, jangan mengambil keputusan sepihak jadi anak-anak kasihan, kenapa gak punya hati nurani banget melihat anak-anak terlantar belajarnya bagaimana," kata salah satu orang tua siswa, Reni.

Baca Juga: Pilgub Jabar 2024, Uu Ruzhanul Ulum Siap Duet dengan Desy Ratnasari

"Pengennya yang terbaik buat anak-anak semoga bisa belajar normal kembali dan semoga dari pihak pemerintah bisa turun tangan membantu nasib anak-anak disini bagaimana," tambah Reni.

Diketahui, penyegelan gerbang sekolah dilakukan ahli waris atas nama Nana Rumantana. Ahli waris mengeklaim kepemilikan tanah seluas 700 meter persegi yang ditempati 9 ruang kelas di SDN Bunisari meliputi kelas 1 (A, B, C), kelas 2 (A, B, C), dan kelas 4 (A, B, C).

Aksi penyegelan sekolah dasar negeri (SDN) Bunisari di Kabupaten Bandung Barat (KBB) oleh ahli waris, membuat orang tua siswa kecewa. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Penyegelan gerbang sekolah menggunakan besi yang di las secara paten disertai spanduk raksasa berisi Surat Keterangan Kepala Desa dengan No.100/387/2009.DS/IX/PM dan akta jual beli Nomor 73/Pdl/1970 tanggal 20 Januari 1970 yang dikeluarkan PPATS/Camat Kecamatan Padalarang Sutisna Ariana, SH.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

17 Rumah di Parongpong KBB Terendam Banjir Bandang

Rabu, 5 Oktober 2022 | 15:58 WIB

289 Orang Daftar Anggota Panwascam di Bandung Barat

Jumat, 30 September 2022 | 17:10 WIB
X